Modul 13 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Dataset: rapid_vs_pcr_120.csv dan glukosa_dua_alat_40.csv
Sebagian besar pekerjaan analis laboratorium adalah menjawab dua pertanyaan:
Keduanya tidak dijawab dengan uji t atau korelasi. Penelitian yang menilai kinerja pemeriksaan atau membandingkan metode adalah jenis penelitian yang paling sesuai dengan kompetensi lulusan D4 TLM.
Contoh: rapid test NS1 dibandingkan dengan RT-PCR sebagai baku emas, pada 120 pasien suspek dengue.
| RT-PCR positif | RT-PCR negatif | Total | |
|---|---|---|---|
| Rapid positif | 42 (positif benar, PB) | 6 (positif palsu, PP) | 48 |
| Rapid negatif | 8 (negatif palsu, NP) | 64 (negatif benar, NB) | 72 |
| Total | 50 | 70 | 120 |
Aturan penyusunan: baku emas di kolom, uji yang dinilai di baris, hasil positif di kiri atas. Kesalahan penyusunan tabel adalah sumber kesalahan hitung yang paling sering.
| Ukuran | Rumus | Hasil | Pertanyaan yang dijawab |
|---|---|---|---|
| Sensitivitas | PB / (PB + NP) | 42/50 = 84,0% | Dari yang sakit, berapa yang terdeteksi positif? |
| Spesifisitas | NB / (NB + PP) | 64/70 = 91,4% | Dari yang tidak sakit, berapa yang negatif? |
(Altman & Bland, 1994a, 1994b)
| Ukuran | Rumus | Hasil | Pertanyaan yang dijawab |
|---|---|---|---|
| NPP | PB / (PB + PP) | 42/48 = 87,5% | Jika hasil positif, berapa peluang benar sakit? |
| NPN | NB / (NB + NP) | 64/72 = 88,9% | Jika hasil negatif, berapa peluang benar tidak sakit? |
Akurasi keseluruhan: (42 + 64) / 120 = 88,3%
(Altman & Bland, 1994a, 1994b)
| Ukuran | Nilai | IK 95% |
|---|---|---|
| Sensitivitas | 84,0% | 71,5 sampai 91,7 |
| Spesifisitas | 91,4% | 82,5 sampai 96,0 |
| NPP | 87,5% | 75,3 sampai 94,1 |
| NPN | 88,9% | 79,6 sampai 94,3 |
IK dihitung dengan metode Wilson. Dengan hanya 50 pasien positif, sensitivitas sebenarnya bisa serendah 71,5%. Sampel kecil menghasilkan IK lebar (Modul 4).
(Wilson, 1927)
Contoh di laboratorium: skrining HIV memakai uji dengan sensitivitas sangat tinggi, lalu hasil reaktif dikonfirmasi dengan uji yang spesifisitasnya tinggi.
Sensitivitas dan spesifisitas relatif tetap. Nilai prediksi berubah mengikuti prevalensi penyakit pada populasi yang diperiksa.
| Tempat pemeriksaan | Prevalensi | NPP | NPN |
|---|---|---|---|
| Pasien suspek dengue di RS (data ini) | 41,7% | 87,5% | 88,9% |
| Skrining massal saat bukan musim wabah | 5% | 34,0% | 99,1% |
Dengan alat yang sama, pada prevalensi 5% dua dari tiga hasil positif ternyata positif palsu. Karena itu NPP dan NPN dari penelitian di rumah sakit tidak bisa langsung dipakai untuk skrining di masyarakat.
(Altman & Bland, 1994b)
Tafsiran kasar: LR+ > 10 dan LR− < 0,1 berarti hasil uji sangat mengubah keyakinan klinisi. Rapid NS1 di sini cukup membantu memastikan (LR+ hampir 10), tetapi hasil negatif belum cukup untuk menyingkirkan dengue.
Keuntungan LR: tidak bergantung pada prevalensi.
(Deeks & Altman, 2004)
Banyak pemeriksaan menghasilkan angka (prokalsitonin, troponin, HbA1c), bukan positif/negatif. Titik potong mana yang dipakai?
(Hanley & McNeil, 1982; Mandrekar, 2010)
(Hanley & McNeil, 1982; Mandrekar, 2010)
Seberapa sepakat dua analis yang membaca sediaan yang sama?
100 sediaan dibaca oleh analis A dan analis B (positif/negatif):
| B positif | B negatif | Total | |
|---|---|---|---|
| A positif | 30 | 5 | 35 |
| A negatif | 3 | 62 | 65 |
| Total | 33 | 67 | 100 |
Kesepakatan teramati: (30 + 62) / 100 = 0,92
Apakah 92% sepakat sudah baik? Sebagian kesepakatan bisa terjadi karena kebetulan, terutama jika sebagian besar sediaan negatif. Kappa mengoreksi kesepakatan karena kebetulan.
(Landis & Koch, 1977)
| κ | Kesepakatan (Landis dan Koch) |
|---|---|
| ≤ 0,20 | sangat lemah |
| 0,21 sampai 0,40 | lemah |
| 0,41 sampai 0,60 | sedang |
| 0,61 sampai 0,80 | baik |
| 0,81 sampai 1,00 | sangat baik |
(Landis & Koch, 1977)
Contoh: glukosa 40 sampel diukur dengan analyzer laboratorium dan glukometer POCT.

r = 0,994. Apakah kedua alat “sesuai” dan bisa saling menggantikan?
Belum tentu. Hampir semua titik berada di atas garis identitas. Glukometer cenderung membaca lebih tinggi. Korelasi tidak bisa melihat ini (Modul 12).
(Bland & Altman, 1986)
(International Organization for Standardization, 2013)
Contoh batas: ISO 15197:2013 untuk glukometer mensyaratkan ≥ 95% hasil berada dalam ±15 mg/dL (glukosa < 100 mg/dL) atau ±15% (glukosa ≥ 100 mg/dL) dari metode acuan.
Pada data ini: 38 dari 40 (95,0%) memenuhi batas tersebut, tepat pada batas minimal.
(International Organization for Standardization, 2013)
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
Paket analisis yang dianjurkan untuk perbandingan metode: diagram sebar dengan garis identitas, Bland-Altman (bias dan batas kesepakatan), regresi Passing-Bablok atau Deming (tingkat lanjut), dan perbandingan terhadap batas penerimaan yang dirujuk.
| Analisis | Cara |
|---|---|
| Sensitivitas, spesifisitas, NPP, NPN | Analyze → Descriptive Statistics → Crosstabs (uji di baris, baku emas di kolom, centang Column percentages). Hitung keempat ukuran dari tabel. |
| Kappa | Crosstabs → Statistics → centang Kappa |
| Analisis | Cara |
|---|---|
| Kurva ROC | Analyze → Classify → ROC Curve. Test Variable: hasil numerik; State Variable: status baku emas. Centang With diagonal reference line dan Coordinate points. |
| Bland-Altman | Transform → Compute Variable: buat kolom selisih dan rerata. Buat diagram sebar selisih terhadap rerata, lalu tambahkan garis bias dan batas kesepakatan. Cara yang sama bisa dilakukan di Excel. |
Pemeriksaan mikroskopis malaria dibandingkan PCR pada 200 pasien: PB = 45, PP = 5, NP = 15, NB = 135.
Hitung sensitivitas, spesifisitas, NPP, dan NPN.
Jawaban:
Mikroskopis di sini lebih cocok untuk memastikan (spesifisitas tinggi) daripada menyingkirkan malaria.
Dua analis membaca 50 sediaan Gram: sepakat positif 18, sepakat negatif 22, A positif-B negatif 6, A negatif-B positif 4. Hitung κ.
Jawaban:
Studi perbandingan hitung trombosit analyzer dan manual: r = 0,97; uji t berpasangan p = 0,31. Kesimpulan mahasiswa: “Kedua metode sesuai dan dapat saling menggantikan.”
Apa yang kurang?
Jawaban: Korelasi tinggi tidak berarti sesuai, dan uji t tidak bermakna tidak membuktikan kesamaan. Diperlukan Bland-Altman (bias dan batas kesepakatan 95%) serta batas penerimaan klinis yang ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan “dapat saling menggantikan” hanya boleh ditarik jika batas kesepakatan berada di dalam batas penerimaan tersebut.

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika