Modul 14 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Urutan yang membuat hasil penelitian mudah diperiksa penguji.
Setiap tujuan khusus di BAB I harus punya satu hasil di BAB IV dan satu kesimpulan di BAB VI.
Contoh narasi:
Selama periode penelitian terdapat 58 pasien suspek dengue. Sebanyak 6 pasien dieksklusi (3 sampel lisis, 2 tidak bersedia, 1 data tidak lengkap), sehingga 52 pasien dianalisis.
Alur subjek menjawab pertanyaan penguji yang paling sering: “Mengapa n di tabel berbeda dengan n di BAB III?” Tanpa alur ini, perbedaan angka terlihat seperti kesalahan atau manipulasi.
Tabel 4.2 Perbedaan kadar Hb menurut jenis kelamin (n = 60)
| Variabel | Laki-laki (n = 32) | Perempuan (n = 28) | Selisih (IK 95%) | p |
|---|---|---|---|---|
| Hb (g/dL), rerata ± SD | 14,92 ± 1,13 | 13,05 ± 1,08 | 1,88 (1,30 sampai 2,45) | < 0,001ᵃ |
| GDP (mg/dL), median (Q1 sampai Q3) | 95,5 (87,5 sampai 101,5) | 92,0 (80,8 sampai 98,3) | 0,296ᵇ |
ᵃ uji t independen; ᵇ uji Mann-Whitney
Setiap tabel menyebut n, satuan, jenis ringkasan, dan nama uji (lewat catatan kaki). Pembaca tidak perlu membuka BAB III untuk memahami tabel.
| Aturan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Desimal memakai koma, ribuan memakai titik | 14,05 g/dL; 1.283 | 14.05 g/dL |
| Nilai p sangat kecil | p < 0,001 | p = 0,000 |
| Digit konsisten sesuai presisi alat | Hb 14,1 g/dL | Hb 14,0467 g/dL |
| Selalu ada satuan | 7,31 ×10³/µL | 7,31 |
| Persen dengan n | 16 (26,7%) | 26,7% |
| Tanda minus benar | −5,84 | - 5,84 |
Jumlah desimal statistik sebaiknya satu digit lebih banyak dari data mentah. Hb diukur dengan satu desimal, jadi reratanya ditulis dua desimal.
| Uji | Besar efek yang dilaporkan |
|---|---|
| Uji t (independen, berpasangan) | selisih rerata (IK 95%), d Cohen |
| Mann-Whitney, Wilcoxon | selisih median, r = z / √n |
| ANOVA | η², tabel post-hoc dengan selisih rerata |
| Chi-square, Fisher | OR atau RR (IK 95%), selisih proporsi |
| Korelasi | r atau ρ (sudah merupakan besar efek), r² |
| Regresi | koefisien b (IK 95%), R² |
| Uji diagnostik | sensitivitas, spesifisitas, NPP, NPN (IK 95%) |
| Kesesuaian | κ; bias dan batas kesepakatan Bland-Altman |
Grafik yang baik memperlihatkan data, bukan menyembunyikannya.
(Weissgerber dkk., 2015)
Analisis yang jujur sama pentingnya dengan analisis yang benar.
| Praktik | Contoh |
|---|---|
| P-hacking | Mencoba banyak uji, banyak subkelompok, atau membuang data sampai muncul p < 0,05, lalu hanya melaporkan yang bermakna |
| HARKing (hypothesizing after results are known) | Menulis hipotesis di BAB III setelah melihat hasil, seolah-olah sudah direncanakan |
| Membuang nilai ekstrem tanpa alasan | Menghapus subjek dengan Hb 17,8 karena “mengganggu normalitas” |
(Head dkk., 2015; Kerr, 1998)
| Praktik | Contoh |
|---|---|
| Mengganti uji setelah melihat p | Beralih ke uji satu sisi karena p dua sisi = 0,07 |
| Memilih baris output yang menguntungkan | Membaca baris Equal variances assumed padahal Levene bermakna |
(Head dkk., 2015; Kerr, 1998)
Nilai ekstrem boleh dikeluarkan hanya jika ada alasan teknis atau klinis yang terdokumentasi (sampel lisis, salah input, kriteria eksklusi), dan harus dilaporkan. Jika ragu, analisis dengan dan tanpa nilai tersebut, lalu laporkan keduanya.
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
Semua ini bukan masalah statistik yang rumit, tetapi masalah integritas dan ketelitian. Penguji menemukannya dengan mencocokkan angka dan tanggal. Anda bisa menemukannya lebih dulu.
Keterbatasan yang baik menyebut apa kekurangannya, bagaimana pengaruhnya pada hasil, dan saran untuk penelitian berikutnya.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, jumlah sampel yang dianalisis (25) lebih kecil dari target perhitungan (48), sehingga kemampuan penelitian mendeteksi perbedaan antar kelompok seropositif menurun. Kedua, desain potong lintang tidak memungkinkan penarikan kesimpulan sebab-akibat. Ketiga, hari demam saat pengambilan sampel tidak dikendalikan, padahal jumlah trombosit berubah mengikuti fase penyakit. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan mencatat hari demam.
| Berlebihan | Sesuai data |
|---|---|
| “Merokok menyebabkan kenaikan Hb.” | “Kadar Hb perokok lebih tinggi daripada bukan perokok.” |
| “Tidak ada perbedaan antara kedua kelompok.” | “Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik.” |
| “Glukometer dapat menggantikan analyzer.” | “Glukometer membaca rata-rata 8,4 mg/dL lebih tinggi; 95% hasil berada dalam batas ISO 15197.” |
| “HbA1c dapat diprediksi dari GDP.” | “Terdapat korelasi positif yang kuat antara GDP dan HbA1c.” |
Kesimpulan di BAB VI menjawab tujuan penelitian, tidak memuat angka atau data baru, dan tidak melampaui desain penelitian.
Gunakan lab_klinik_60.csv. Untuk setiap pertanyaan: tentukan uji, jalankan di SPSS atau JASP, lalu tulis satu kalimat hasil.
Pertanyaan: Apakah proporsi perokok berbeda antara laki-laki dan perempuan?
Uji: dua variabel nominal, independen → Chi-square (semua frekuensi harapan ≥ 5).
Kalimat hasil:
Proporsi perokok pada laki-laki (15/32; 46,9%) lebih tinggi daripada perempuan (2/28; 7,1%), dengan OR 11,47 (IK 95%: 2,32 sampai 56,65; uji Chi-square, χ² = 11,60; p < 0,001).
Pertanyaan: Apakah kadar Hb perokok berbeda dari bukan perokok?
Uji: numerik, dua kelompok independen → uji t independen (periksa normalitas dan Levene dulu).
Hasil: rerata 14,79 vs 13,75 g/dL; p = 0,011.
Tetapi: latihan 1 menunjukkan perokok hampir semuanya laki-laki. Pada laki-laki saja, rerata 15,05 vs 14,82 g/dL; p = 0,58.
Kalimat hasil yang jujur:
Kadar Hb perokok lebih tinggi daripada bukan perokok (p = 0,011), tetapi perbedaan ini tidak bermakna setelah analisis dibatasi pada subjek laki-laki (p = 0,58), sehingga perbedaan awal kemungkinan besar dipengaruhi oleh komposisi jenis kelamin.
Pertanyaan: Apakah kadar gula darah puasa berhubungan dengan HbA1c?
Uji: dua variabel numerik, keduanya tidak normal dan ada nilai ekstrem → korelasi Spearman. Tampilkan diagram sebar.
Kalimat hasil:
Terdapat korelasi positif yang kuat antara gula darah puasa dan HbA1c (ρ = 0,645; p < 0,001; n = 60).

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika