Modul 10 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Dataset: dengue_trombosit_48.csv (trombosit pada 4 kelompok serologi dengue, 12 pasien per kelompok)
Empat kelompok berarti enam pasangan perbandingan.
1 - (1 - 0{,}05)^6 = 1 - 0{,}735 = \textbf{0,265}
Artinya, walaupun sebenarnya tidak ada perbedaan apa pun, ada peluang 26,5% Anda akan “menemukan” satu perbedaan bermakna.
ANOVA menguji semua kelompok sekaligus dalam satu uji, sehingga peluang positif palsu tetap 5%.

| Serologi | n | Rerata ± SD |
|---|---|---|
| Negatif | 12 | 221,3 ± 32,4 |
| IgM+ | 12 | 164,2 ± 32,2 |
| IgG+ | 12 | 158,7 ± 38,8 |
| IgM+IgG+ | 12 | 134,2 ± 39,3 |
Satuan ×10³/µL. Garis biru pada grafik = rerata kelompok.
| Asumsi | Hasil | Kesimpulan |
|---|---|---|
| Normalitas per kelompok (Shapiro-Wilk) | p = 0,72; 0,78; 0,43; 0,98 | semua normal |
| Homogenitas varians (Levene) | p = 0,955 | homogen |
| Independensi | tiap pasien hanya masuk satu kelompok | terpenuhi |
Semua asumsi terpenuhi: gunakan ANOVA satu arah dengan post-hoc Tukey HSD.
Satu uji untuk membandingkan rerata tiga kelompok atau lebih sekaligus.
F = \frac{\text{variasi antarkelompok}}{\text{variasi dalam kelompok}}
Jika semua kelompok sebenarnya sama, F mendekati 1. Makin besar F, makin kuat bukti bahwa setidaknya satu kelompok berbeda.
| Sumber variasi | Jumlah kuadrat (SS) | df | Rerata kuadrat (MS) | F | p |
|---|---|---|---|---|---|
| Antarkelompok | 48.900 | 3 | 16.300 | 12,70 | < 0,001 |
| Dalam kelompok | 56.465 | 44 | 1.283 | ||
| Total | 105.365 | 47 |
\eta^2 = \frac{SS_{\text{antarkelompok}}}{SS_{\text{total}}} = \frac{48.900}{105.365} = \textbf{0,464}
Sekitar 46% variasi jumlah trombosit dapat dijelaskan oleh kelompok serologi.
| η² | Tafsiran umum |
|---|---|
| 0,01 | kecil |
| 0,06 | sedang |
| 0,14 | besar |
(Cohen, 1988)
ANOVA hanya berkata: “setidaknya ada satu kelompok yang berbeda.”
ANOVA tidak berkata kelompok mana yang berbeda dari kelompok mana.
Untuk itu dibutuhkan uji post-hoc: membandingkan setiap pasang kelompok sambil mengoreksi peluang positif palsu akibat perbandingan berganda.
ANOVA bermakna tanpa post-hoc adalah analisis yang belum selesai.
| Kondisi | Post-hoc |
|---|---|
| Varians homogen, ingin membandingkan semua pasangan | Tukey HSD |
| Varians tidak homogen | Games-Howell |
| Hanya beberapa perbandingan yang direncanakan sejak awal | Bonferroni |
| Setelah Kruskal-Wallis (nonparametrik) | Dunn dengan koreksi Bonferroni |
| Perbandingan | Selisih rerata | p |
|---|---|---|
| Negatif vs IgM+ | 57,2 | 0,002 |
| Negatif vs IgG+ | 62,7 | < 0,001 |
| Negatif vs IgM+IgG+ | 87,1 | < 0,001 |
| IgM+ vs IgG+ | 5,5 | 0,982 |
| IgM+ vs IgM+IgG+ | 29,9 | 0,187 |
| IgG+ vs IgM+IgG+ | 24,4 | 0,352 |
Tafsiran: trombosit kelompok negatif lebih tinggi daripada ketiga kelompok seropositif. Di antara kelompok seropositif, perbedaannya tidak bermakna. Dengan hanya 12 pasien per kelompok, perbedaan kecil di antara kelompok seropositif mungkin belum terdeteksi (Modul 6).
Jumlah trombosit berbeda bermakna antar kelompok serologi dengue (ANOVA satu arah, F(3, 44) = 12,70; p < 0,001; η² = 0,46). Uji post-hoc Tukey menunjukkan trombosit kelompok seronegatif (221,3 ± 32,4 ×10³/µL) lebih tinggi daripada kelompok IgM+ (p = 0,002), IgG+ (p < 0,001), dan IgM+IgG+ (p < 0,001), sedangkan antar kelompok seropositif tidak berbeda bermakna (p > 0,05).
Padanan nonparametrik ANOVA satu arah.
Gunakan Kruskal-Wallis jika:
Seperti Mann-Whitney, uji ini bekerja dengan peringkat dan melaporkan median (Q1 sampai Q3).
(Dunn, 1964; Kruskal & Wallis, 1952)
Pada data dengue, Kruskal-Wallis memberi H = 21,67; p < 0,001, sejalan dengan ANOVA.
Jika Kruskal-Wallis bermakna, lanjutkan dengan uji Dunn (dengan koreksi Bonferroni) untuk mencari pasangan yang berbeda. Mengulang Mann-Whitney untuk semua pasangan tanpa koreksi mengulang masalah perbandingan berganda.
(Dunn, 1964; Kruskal & Wallis, 1952)
Contoh dari dataset berjalan: Hb menurut kategori IMT (Kurus n = 6, Normal n = 22, Gemuk n = 15, Obesitas n = 17).
ANOVA: p = 0,597
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
Penelitian anti-dengue IgG/IgM dan jumlah trombosit melaporkan ANOVA bermakna (p = 0,012), lalu langsung menyimpulkan kelompok tertentu “paling rendah dan berbeda dari kelompok lain”. Uji post-hoc tidak dilakukan.
Perbaikan:
ANOVA + post-hoc
Kruskal-Wallis
Analyze → Nonparametric Tests → Legacy Dialogs → K Independent Samples → centang Kruskal-Wallis H. Isi Define Range (misalnya 1 sampai 4).
Seorang mahasiswa membandingkan kadar MDA pada 5 kelompok tikus dengan melakukan uji t untuk setiap pasangan (10 uji). Berapa peluang setidaknya satu positif palsu? Apa saran Anda?
Jawaban: 1 - 0{,}95^{10} = 1 - 0{,}599 = 0,401 (sekitar 40%). Gunakan ANOVA satu arah; jika bermakna, lanjutkan dengan post-hoc (Tukey, atau Dunnett jika hanya ingin membandingkan setiap perlakuan dengan kelompok kontrol).
Output: Levene p = 0,003; ANOVA p = 0,021; ANOVA Welch p = 0,048.
Hasil ANOVA mana yang dilaporkan?
Post-hoc apa yang dipakai?
Jawaban:
Varians tidak homogen (Levene p = 0,003), jadi laporkan ANOVA Welch, p = 0,048.
Post-hoc Games-Howell.
Tabel ANOVA: SS antarkelompok = 120; SS dalam kelompok = 480; 3 kelompok; total 33 subjek. Hitung F dan η².
Jawaban:
Latihan studi kasus: data skripsi dengue →

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika