Modul 9 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Dataset: lab_klinik_60.csv dan hd_berpasangan_30.csv
| Asumsi terpenuhi | Asumsi tidak terpenuhi | |
|---|---|---|
| Dua kelompok independen | uji t independen | Mann-Whitney |
| Dua pengukuran berpasangan | uji t berpasangan | Wilcoxon (signed-rank) |
Asumsi yang dimaksud: normalitas (per kelompok, atau pada selisih untuk data berpasangan) dan homogenitas varians (Modul 8).
Pertanyaan: apakah rerata kadar Hb laki-laki berbeda dari perempuan?
t = \frac{\text{selisih rerata}}{\text{galat baku selisih}} = \frac{\bar{x}_1 - \bar{x}_2}{SE_{\text{selisih}}}
Nilai t yang besar (jauh dari nol) berarti selisihnya jauh lebih besar dari yang wajar terjadi karena kebetulan, sehingga nilai p kecil.
| n | Rerata | SD | |
|---|---|---|---|
| Laki-laki | 32 | 14,92 | 1,13 |
| Perempuan | 28 | 13,05 | 1,08 |
SPSS menampilkan dua baris hasil:
| Baris | Kapan dibaca |
|---|---|
| Equal variances assumed | jika uji Levene p > 0,05 (varians homogen) |
| Equal variances not assumed | jika uji Levene p ≤ 0,05 (hasil uji t Welch) |
Pada contoh Hb, Levene p = 0,74, jadi baca baris pertama: t = 6,55; df = 58; Sig. (2-tailed) tertulis “,000”.
Tulis sebagai p < 0,001, bukan p = 0,000 (Modul 7).
d = \frac{\bar{x}_1 - \bar{x}_2}{s_p}
| d | Tafsiran umum |
|---|---|
| 0,2 | kecil |
| 0,5 | sedang |
| 0,8 | besar |
Hb laki-laki vs perempuan: d = 1{,}88 / 1{,}109 = 1,69, efek sangat besar. Ini sesuai pengetahuan fisiologi: testosteron merangsang eritropoiesis, dan nilai rujukan Hb memang dibedakan menurut jenis kelamin.
(Cohen, 1988)
Rerata kadar Hb laki-laki (14,92 ± 1,13 g/dL) lebih tinggi daripada perempuan (13,05 ± 1,08 g/dL), dengan selisih 1,88 g/dL (IK 95%: 1,30 sampai 2,45; d = 1,69). Perbedaan ini bermakna secara statistik (uji t independen, t = 6,55; df = 58; p < 0,001).
Kalimat ini menyebut rerata ± SD tiap kelompok, arah, selisih, IK 95%, besar efek, nama uji, dan nilai p.
Pertanyaan: apakah gula darah puasa laki-laki berbeda dari perempuan? Data GDP tidak normal (Modul 8).
Karena yang dipakai adalah peringkat, nilai ekstrem (misalnya GDP 208) hanya dihitung sebagai “peringkat tertinggi”. Nilai itu tidak menarik hasil sejauh pengaruhnya pada rerata.
Karena itu, ringkasan yang dilaporkan adalah median (Q1 sampai Q3), bukan rerata ± SD.
| n | Median (Q1 sampai Q3), mg/dL | |
|---|---|---|
| Laki-laki | 32 | 95,5 (87,5 sampai 101,5) |
| Perempuan | 28 | 92,0 (80,8 sampai 98,3) |
Mann-Whitney U = 519; p = 0,296
Median gula darah puasa laki-laki (95,5 mg/dL) dan perempuan (92,0 mg/dL) tidak berbeda bermakna secara statistik (uji Mann-Whitney, U = 519; p = 0,296).
Ingat Modul 6: “tidak berbeda bermakna” tidak sama dengan “terbukti sama”.
Di Modul 8, Hb laki-laki sedikit menyimpang dari normal (Shapiro-Wilk p = 0,037). Untuk memastikan kesimpulan uji t tidak bergantung pada asumsi itu, jalankan juga Mann-Whitney:
Kedua uji sepakat. Tulis di BAB IV: “Hasil yang sama diperoleh dengan uji Mann-Whitney (p < 0,001).” Ini disebut analisis sensitivitas, dan membuat hasil Anda lebih meyakinkan di depan penguji.
Dataset hd_berpasangan_30.csv: 30 pasien hemodialisis diperiksa sebelum dan sesudah satu sesi HD.
| Rerata ± SD (mg/dL) | |
|---|---|
| Sebelum HD | 8,94 ± 1,93 |
| Sesudah HD | 3,10 ± 0,79 |
| Selisih (sesudah − sebelum) | −5,84 ± 1,33 |
Hb 30 pasien sebelum dan sesudah HD. Hampir semua garis naik (garis biru: yang turun), walaupun kenaikannya kecil dibanding perbedaan Hb antarpasien.
Data Hb yang sama, dua cara analisis:
| Uji | Yang dibandingkan | p |
|---|---|---|
| Uji t independen (salah) | rerata 9,52 vs 9,98 g/dL | 0,124 |
| Uji t berpasangan (benar) | selisih per pasien 0,46 ± 0,47 g/dL | < 0,001 |
Uji independen memperlakukan data sebagai 60 orang berbeda, sehingga perbedaan besar antarpasien (SD sekitar 1,1 g/dL) menjadi derau. Uji berpasangan membandingkan setiap pasien dengan dirinya sendiri, sehingga derau antarpasien hilang.
Kenaikan Hb setelah HD sesuai dengan hemokonsentrasi akibat penarikan cairan (ultrafiltrasi).
Dipakai jika selisih data berpasangan tidak berdistribusi normal, atau data berskala ordinal.
Pada contoh Hb sebelum dan sesudah HD, Wilcoxon memberi p < 0,001, sama dengan uji t berpasangan.
Jangan tertukar: Wilcoxon signed-rank untuk data berpasangan; Wilcoxon rank-sum adalah nama lain Mann-Whitney untuk data independen.
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
Penelitian kadar Hb dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis (n = 30) langsung menyatakan akan memakai “uji paired test T” tanpa menyebut uji normalitas.
Perbaikan:
| Uji | Menu SPSS |
|---|---|
| t independen | Analyze → Compare Means → Independent-Samples T Test. Isi Grouping Variable lalu Define Groups. |
| Mann-Whitney | Analyze → Nonparametric Tests → Legacy Dialogs → 2 Independent Samples → centang Mann-Whitney U |
| Uji | Menu SPSS |
|---|---|
| t berpasangan | Analyze → Compare Means → Paired-Samples T Test. Pilih pasangan variabel sebelum dan sesudah. |
| Wilcoxon | Analyze → Nonparametric Tests → Legacy Dialogs → 2 Related Samples → centang Wilcoxon |
Untuk data berpasangan, susun data berdampingan: satu baris per pasien, kolom “sebelum” dan kolom “sesudah”. Bukan satu kolom panjang.
Satu keuntungan JASP: uji utama, uji asumsi, uji nonparametrik, dan besar efek tampil dalam satu layar.
Kolesterol total dua kelompok (n = 20 per kelompok, varians homogen):
Hitung s_p, SE selisih, dan t. Dengan t_{38} kritis = 2,024, apakah bermakna?
Jawaban:
s_p = \sqrt{(19 \times 324 + 19 \times 400) / 38} = \sqrt{362} = 19{,}03
SE = 19{,}03 \times \sqrt{1/20 + 1/20} = 6{,}02
t = 16 / 6{,}02 = 2,66. Karena 2,66 > 2,024, perbedaan bermakna pada α = 0,05. d Cohen = 16 / 19,03 = 0,84 (besar).
Pilih uji yang tepat:
Skor nyeri (skala 0 sampai 10) sebelum dan sesudah pemberian analgesik pada 15 pasien.
Kadar CRP (sangat menceng) pada pasien sepsis dan non-sepsis.
Jawaban:
Wilcoxon signed-rank (berpasangan, ordinal).
Mann-Whitney (independen, tidak normal).
Uji t berpasangan.
Output: uji t independen, Levene p = 0,01. Baris pertama: t = 2,10; p = 0,041. Baris kedua: t = 1,95; p = 0,060.
Mana yang Anda laporkan, dan apa kesimpulannya?
Jawaban: Levene p = 0,01 berarti varians tidak homogen, jadi baca baris kedua (Equal variances not assumed, uji t Welch): p = 0,060, tidak bermakna pada α = 0,05. Memilih baris pertama karena nilai p-nya lebih kecil adalah kesalahan yang mengarah ke kesimpulan palsu.
Latihan studi kasus: data skripsi hemodialisis →

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika