Statistik di Laboratorium: Variasi dan Ketidakpastian

Modul 1 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Daftar bagian

Cara memakai slide ini

  • Tekan panah kanan atau spasi untuk maju, panah kiri untuk mundur.
  • Jawaban latihan baru muncul setelah Anda menekan panah lagi. Pikirkan jawaban Anda dulu.
  • Tekan F untuk layar penuh, Esc untuk melihat semua slide sekaligus.
  • Ikon Home (rumah) di kiri bawah kembali ke Daftar modul. Ikon Search (kaca pembesar) untuk mencari kata. A− dan A+ mengatur ukuran huruf.

Siapkan kertas dan kalkulator. Statistik dipahami dengan menghitung, bukan hanya membaca.

Tujuan belajar

Setelah modul ini, Anda mampu:

  1. Menjelaskan mengapa hasil laboratorium selalu bervariasi.
  2. Menjelaskan apa itu statistik dengan bahasa sendiri.
  3. Membedakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.
  4. Menyebutkan di mana statistik dipakai dalam pekerjaan TLM.
  5. Mengenal dataset berjalan yang dipakai di semua modul.

Satu pertanyaan sederhana

Jika satu tabung darah diperiksa hemoglobinnya 20 kali dengan alat yang sama, apakah hasilnya akan selalu sama?

Jawabannya: tidak

Hasil berkisar 13,2 sampai 13,7 g/dL, padahal sampelnya sama. Rerata 13,44 g/dL, simpangan baku 0,14 g/dL.

Data simulasi untuk ilustrasi.

Dari mana variasi berasal?

Variasi analitik

  • alat (kalibrasi, suhu, lampu)
  • reagen (lot, penyimpanan)
  • operator (pipet, waktu baca)

Variasi pra-analitik

  • puasa atau tidak, posisi tubuh
  • lama pembendungan torniket
  • penundaan dan suhu pengiriman

Dari mana variasi berasal? (lanjutan)

Variasi biologis dalam individu

  • jam pengambilan, siklus harian
  • aktivitas fisik, hidrasi

Variasi antarindividu

  • usia, jenis kelamin
  • kebiasaan (merokok), penyakit

Statistik adalah alat untuk bekerja dengan variasi, bukan untuk menghilangkannya.

Jadi, apa itu statistik?

Statistik adalah ilmu tentang cara

  1. mengumpulkan data dengan benar,
  2. merangkum dan menyajikan data,
  3. menarik kesimpulan dari data yang bervariasi,
  4. sambil menyatakan seberapa yakin kita terhadap kesimpulan itu.

Biostatistik adalah statistik yang diterapkan pada bidang biologi, kesehatan, dan laboratorium medik.

Pengelompokan statistika

Statistik deskriptif Statistik inferensial
Pertanyaan Seperti apa data yang saya punya? Apa yang bisa saya katakan tentang populasi?
Contoh hasil rerata, median, persen, tabel, grafik uji hipotesis, nilai p, interval kepercayaan
Contoh di lab Rerata Hb 60 pasien adalah 14,05 g/dL Apakah Hb perokok berbeda dari bukan perokok?
Butuh hipotesis? Tidak Ya

Statistik inferensial selalu dibangun di atas statistik deskriptif. Tidak ada uji yang benar tanpa deskripsi data yang benar.

Parametrik dan nonparametrik (sekilas)

Statistik inferensial dikelompokkan lagi menjadi:

  • Parametrik: menganggap data mengikuti bentuk distribusi tertentu, biasanya normal. Contoh: uji t, ANOVA, korelasi Pearson.
  • Nonparametrik: tidak menuntut data normal, biasanya bekerja dengan peringkat (ranking). Contoh: Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, Spearman.

Di Modul 4 dan 7 Anda akan memahami mengapa bentuk distribusi menentukan pilihan uji. Setiap uji dibahas satu per satu di Modul 8 sampai 13.

Statistik dalam pekerjaan TLM

  • Kendali mutu (QC): grafik Levey-Jennings memakai rerata dan simpangan baku; aturan Westgard adalah aturan statistik.
  • Nilai rujukan: rentang “normal” dibuat dari data ratusan orang sehat, biasanya rentang tengah 95%.
  • Validasi dan verifikasi metode: presisi (CV%), akurasi (bias), perbandingan dua alat.
  • Uji diagnostik: sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi.
  • Skripsi dan publikasi: seluruh BAB III (metode) dan BAB IV (hasil).

Anda tidak akan bisa membaca laporan QC atau brosur reagen dengan benar tanpa statistik dasar.

(Clinical and Laboratory Standards Institute, 2010; Westgard dkk., 1981)

Statistik mengikuti alur penelitian

Mata kuliah ini disusun mengikuti urutan Anda menulis skripsi:

Bagian 1: Dasar

  1. Statistik di laboratorium
  2. Variabel dan skala data
  3. Statistik deskriptif
  4. Distribusi normal dan IK 95%
  5. Populasi dan teknik sampling
  6. Besar sampel dan power
  7. Hipotesis dan nilai p

Statistik mengikuti alur penelitian (lanjutan)

Bagian 2: Memilih dan menjalankan uji

  1. Alur memilih uji dan uji asumsi
  2. Membandingkan dua kelompok
  3. Membandingkan lebih dari dua kelompok
  4. Analisis data kategorik
  5. Korelasi dan regresi
  6. Uji diagnostik dan kesesuaian metode
  7. Pelaporan hasil dan integritas data

Kenalan dengan dataset berjalan

Hampir semua modul memakai satu dataset simulasi: lab_klinik_60.csv (60 subjek dewasa).

Kenalan dengan dataset berjalan (lanjutan)

Variabel Isi
jenis_kelamin L / P
usia_tahun usia (tahun)
status_merokok Merokok / Tidak
kategori_imt Kurus / Normal / Gemuk / Obesitas
hb_g_dl, leukosit_10e3_ul, trombosit_10e3_ul hematologi
gdp_mg_dl, kreatinin_mg_dl kimia klinik
hasil_rapid Reaktif / Nonreaktif

Data simulasi yang dibuat khusus untuk latihan. Unduh dari halaman Daftar modul, lalu buka di Excel, SPSS, atau JASP.

Lima baris pertama

id jk usia merokok imt Hb leuko trombo GDP kreat rapid
S01 L 55 Tidak Normal 14,8 6,19 318 65 0,90 Nonreaktif
S02 P 41 Tidak Gemuk 12,9 5,97 348 149 0,61 Reaktif
S03 L 50 Tidak Obesitas 15,1 6,95 205 109 1,01 Nonreaktif
S04 L 33 Tidak Obesitas 14,6 7,74 130 115 1,45 Reaktif
S05 L 49 Tidak Gemuk 14,8 6,29 264 94 1,07 Nonreaktif

Perhatikan: satu baris = satu subjek, satu kolom = satu variabel. Ini format wajib sebelum data masuk ke SPSS.

Pelajaran dari naskah skripsi

Contoh dari naskah skripsi

Sebuah proposal hanya memiliki 2 subjek dan datanya hanya akan disajikan secara deskriptif, tetapi di BAB III tetap ditulis hipotesis statistik H₀ dan Hₐ lengkap dengan rencana uji.

Masalahnya: hipotesis statistik hanya dipakai pada statistik inferensial. Penelitian deskriptif tidak menguji apa pun, jadi tidak perlu H₀ dan Hₐ. Mencantumkannya menunjukkan penulis belum membedakan dua kelompok besar statistika.

Latihan 1

Tentukan: deskriptif atau inferensial?

  1. “Sebanyak 16 dari 60 subjek (26,7%) memiliki hasil rapid test reaktif.”

  2. “Kadar Hb laki-laki lebih tinggi secara bermakna dibanding perempuan (p < 0,001).”

  3. “Median gula darah puasa adalah 94,5 mg/dL.”

Jawaban: a. deskriptif, b. inferensial (ada nilai p dan klaim tentang populasi), c. deskriptif.

Latihan 2

Sebutkan dua sumber variasi analitik dan dua sumber variasi pra-analitik pada pemeriksaan glukosa darah.

Contoh jawaban:

  • Analitik: lot reagen berbeda, kalibrasi alat yang bergeser, suhu inkubasi, teknik pipet.
  • Pra-analitik: pasien tidak benar-benar puasa, sampel dibiarkan lama sebelum dipisahkan (glikolisis), tabung tanpa NaF.

Latihan 3

Hasil pemeriksaan Hb berulang pada satu sampel: rerata 13,44 g/dL dan simpangan baku 0,14 g/dL. Seorang mahasiswa berkata, “Alatnya rusak karena hasilnya tidak pernah sama.”

Apakah Anda setuju? Jelaskan.

Jawaban: Tidak setuju. Variasi kecil pada pengukuran berulang adalah hal normal (variasi analitik acak). Yang perlu dinilai adalah seberapa besar variasinya, misalnya lewat CV% (akan dibahas di modul 3) dan dibandingkan dengan batas yang diizinkan. Alat dianggap bermasalah jika variasinya melebihi batas QC, bukan karena hasilnya tidak identik.

Ringkasan

  • Hasil laboratorium selalu bervariasi: analitik, pra-analitik, biologis, antarindividu.
  • Statistik adalah ilmu untuk merangkum variasi dan menarik kesimpulan dengan tingkat keyakinan yang jelas.
  • Deskriptif menggambarkan data yang ada; inferensial menyimpulkan tentang populasi dan membutuhkan hipotesis.
  • Statistik dipakai setiap hari di TLM: QC, nilai rujukan, validasi metode, uji diagnostik.

Daftar Pustaka

Selesai: Modul 1

Lanjut ke Modul 2: Variabel, Skala Data, dan Kerangka Konsep →

Kembali ke Daftar modul