Modul 2 · Biostatistik · Semester Ganjil 2026/2027
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Setelah modul ini, Anda mampu:
Skala data adalah penentu pertama uji statistik. Salah skala berarti hampir pasti salah uji.
Variabel adalah karakteristik yang nilainya berbeda antar subjek atau antar pengukuran.
Setiap variabel harus punya: nama, cara ukur, alat ukur, hasil ukur (dengan satuan), dan skala.
Nominal, Ordinal, Interval, Rasio. Hafalkan urutannya: N-O-I-R. Setiap tingkat memiliki semua sifat tingkat sebelumnya, ditambah satu sifat baru.
Nominal: hanya nama kelompok, tanpa urutan.
Boleh dihitung: frekuensi, persen, modus.
Ordinal: kelompok berurutan, tetapi jarak antarkelompok tidak sama.
Boleh dihitung: frekuensi, persen, median.
Interval: angka dengan jarak sama, tetapi nol bukan berarti “tidak ada”.
Tidak bisa berkata “20 °C dua kali lebih panas dari 10 °C”.
Rasio: angka dengan jarak sama dan nol mutlak.
Boleh berkata “trombosit 300 adalah dua kali trombosit 150”.
Hampir semua hasil kuantitatif laboratorium berskala rasio. Dalam praktik statistik, interval dan rasio diperlakukan sama: keduanya disebut data numerik.
Ajukan tiga pertanyaan secara berurutan:
| Skala | Urutan | Jarak sama | Nol mutlak | Kelompok besar |
|---|---|---|---|---|
| Nominal | tidak | tidak | tidak | Kategorik |
| Ordinal | ya | tidak | tidak | Kategorik |
| Interval | ya | ya | tidak | Numerik |
| Rasio | ya | ya | ya | Numerik |
Jumlah trombosit secara teknis adalah hitungan, tetapi karena nilainya sangat besar (ratusan ribu), dalam analisis ia diperlakukan sebagai kontinu.
Trombosit 98 dan trombosit 20 (×10³/µL) sama-sama masuk kategori “trombositopenia” jika batasnya < 100. Padahal keduanya sangat berbeda secara klinis.
Aturan praktis: kumpulkan data dalam bentuk numerik. Kategorisasi bisa dilakukan belakangan, tetapi data kategorik tidak bisa dikembalikan menjadi angka.
(Altman & Royston, 2006)
Contoh dari naskah skripsi
Pemeriksaan CRP memakai lateks slide test dengan hasil pengenceran bertingkat: “< 5”, 6, 12, 24, 48, 96, “> 160” mg/L. Hasil ini lalu dihitung rerata dan simpangan bakunya, lalu dianalisis dengan ANOVA.
Masalahnya:
Variabel mana yang memengaruhi, dan mana yang dipengaruhi?
| Penelitian | Independen | Dependen | Contoh perancu |
|---|---|---|---|
| Hb perokok vs bukan perokok | status merokok | kadar Hb | jenis kelamin |
| Kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis | waktu (sebelum/sesudah) | kreatinin | lama HD |
| Stadium HIV dan jumlah limfosit | stadium HIV | limfosit absolut | infeksi oportunistik |
Pada dataset berjalan, 15 dari 17 perokok adalah laki-laki.
Laki-laki punya Hb lebih tinggi daripada perempuan (rerata 14,92 vs 13,05 g/dL).
Jadi jika perokok terlihat punya Hb lebih tinggi, apakah karena merokok, atau karena sebagian besar perokok adalah laki-laki?
Inilah contoh perancu. Solusinya: batasi sampel pada satu jenis kelamin (kriteria inklusi), bandingkan dalam tiap jenis kelamin (stratifikasi), atau pakai analisis multivariat.
Contoh dari naskah skripsi
Kerangka konsep menulis: Limfosit absolut dan CRP (independen) → Tingkat progresivitas HIV (dependen).
Secara patofisiologi, arahnya terbalik. Progresivitas HIV merusak sistem imun, sehingga limfosit turun dan CRP naik. Limfosit dan CRP adalah penanda (marker), bukan penyebab.
Arah yang benar: Stadium HIV (independen) → Limfosit absolut, CRP (dependen).
Di penelitian laboratorium, parameter lab hampir selalu merupakan hasil ukur (dependen), kecuali Anda menilai kemampuan parameter itu memprediksi sesuatu.
Pada desain potong lintang (cross-sectional), semua variabel diukur pada waktu yang sama. Anda hanya bisa menyimpulkan ada hubungan (asosiasi), tidak bisa menyimpulkan sebab-akibat.
| Boleh ditulis | Tidak boleh ditulis |
|---|---|
| “Terdapat hubungan antara merokok dan kadar Hb” | “Merokok menyebabkan kenaikan Hb” |
| “Kadar Hb perokok lebih tinggi” | “Merokok meningkatkan Hb sebesar 0,6 g/dL” |
Kesimpulan sebab-akibat membutuhkan eksperimen (misalnya perlakuan pada hewan coba dengan kelompok kontrol dan randomisasi) atau desain kohort yang kuat.
Tabel yang menjembatani teori dan pengukuran nyata.
| Variabel | Definisi operasional | Alat ukur | Cara ukur | Hasil ukur | Skala |
|---|---|---|---|---|---|
| Kadar Hb | Konsentrasi hemoglobin dalam darah vena EDTA | Hematology analyzer | Fotometri (mis. SLS-Hb, sesuaikan alat) | g/dL | Rasio |
| Jumlah trombosit | Jumlah trombosit per µL darah vena EDTA | Hematology analyzer | Impedansi | ×10³/µL | Rasio |
| Variabel | Definisi operasional | Alat ukur | Cara ukur | Hasil ukur | Skala |
|---|---|---|---|---|---|
| Status merokok | Pengakuan subjek merokok ≥ 1 batang/hari dalam 6 bulan terakhir | Kuesioner | Wawancara | Merokok / Tidak | Nominal |
| Kategori IMT | Pengelompokan IMT menurut kriteria Asia-Pasifik | Timbangan, stadiometer | Pengukuran | Kurus / Normal / Gemuk / Obesitas | Ordinal |
Temuan yang sering muncul di naskah skripsi
Definisi operasional adalah kontrak antara Anda dan pembaca. Isinya harus sama persis dengan apa yang benar-benar Anda lakukan di laboratorium.
Skala data menentukan statistik deskriptif dan uji yang boleh dipakai:
| Skala | Ringkasan data | Contoh uji hubungan |
|---|---|---|
| Nominal | frekuensi, persen | Chi-square, Fisher |
| Ordinal | median, persen | Spearman, Mann-Whitney |
| Numerik (normal) | rerata ± SD | uji t, ANOVA, Pearson |
| Numerik (tidak normal) | median (Q1 sampai Q3) | Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, Spearman |
Contoh kesalahan fatal: korelasi Pearson atau Spearman untuk variabel nominal (misalnya jenis kelamin). Korelasi membutuhkan data yang bisa diurutkan. Variabel nominal tidak punya urutan.
Tentukan skala setiap variabel dataset berjalan:
jenis_kelamin, usia_tahun, status_merokok, kategori_imt, hb_g_dl, trombosit_10e3_ul, hasil_rapid
Jawaban:
jenis_kelamin, status_merokok, hasil_rapidkategori_imtusia_tahun, hb_g_dl, trombosit_10e3_ulJudul: “Perbedaan jumlah trombosit berdasarkan hasil serologi IgG/IgM dengue pada pasien demam.”
Mana variabel independen dan dependen?
Apa skala masing-masing?
Sebutkan satu kemungkinan perancu.
Jawaban:
Independen: kategori serologi (IgM+, IgG+, IgM+IgG+, negatif). Dependen: jumlah trombosit.
Kategori serologi: nominal. Trombosit: rasio.
Hari demam saat sampel diambil (trombosit paling rendah biasanya di fase kritis).
“Kadar gula darah (mg/dL) dikelompokkan menjadi normal dan tinggi, lalu diuji hubungannya dengan jenis kelamin menggunakan korelasi Spearman.”
Apa masalahnya?
Jawaban:
Lanjut ke Modul 3: Statistik Deskriptif dan Penyajian Data →

Biostatistik · Prodi D4 TLM · Universitas Syedza Saintika