Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 15
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-15 (RPS): Mendemonstrasikan partisipasi aktif dalam diskusi dan observasi penerapan sistem manajemen mutu laboratorium.
| Tema | Pertemuan | Pertanyaan kunci |
|---|---|---|
| Dasar SMM dan monitoring | 1 sampai 4 | Apa yang dimonitor dan dievaluasi? |
| QC dan troubleshooting | 5 sampai 6 | Apakah hasil kita andal? |
| RCA dan CAPA | 7 | Mengapa terjadi dan bagaimana mencegah? |
| Identifikasi dan ketertelusuran | 9 | Bisa ditelusuri? |
| Dokumen dan rekaman | 10 | Terkendali dan terbukti? |
| Verifikasi, validasi, desain | 11 sampai 12 | Metode layak dipakai? |
| Produk dipasok | 13 | Bahan masuk terkendali? |
| Penjaminan mutu diagnostik | 14 | Mutu sampai ke dokter? |
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Bukti | Apa yang dilihat atau dibaca |
| Penilaian | Sesuai, belum sesuai, atau perlu perbaikan |
| Alasan | Mengapa penilaian itu |
| Saran | Perbaikan yang realistis |

Foto: Wikimedia Commons
Laboratorium klinik X di Kota P. Label ditulis tangan di meja pengolahan, SOP terbaru di lemari kantor, kontrol dijalankan tetapi tidak ada catatan tindakan saat kontrol melewati batas, lot reagen tercatat di buku terpisah, dan hasil kritis dilaporkan lewat telepon tanpa catatan.
Waktu: 7 menit presentasi, 3 menit tanya jawab.
RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-15
Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.
Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.
Root cause analysis: penelusuran untuk menemukan penyebab dasar suatu masalah, bukan hanya gejalanya, supaya masalah tidak terulang.
Contoh: Kontrol sering keluar batas bukan karena “analis lalai”, tetapi karena metode baru belum ada di dokumen pelatihan.
Hasil pemeriksaan yang menunjukkan keadaan yang dapat mengancam jiwa sehingga harus segera dilaporkan kepada dokter atau perawat, bukan menunggu laporan rutin.
Contoh: Kalium 7,0 mmol/L langsung ditelepon ke ruang rawat, lalu dicatat siapa yang menerima dan jam berapa.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika