Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 13
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-13 (RPS): Menganalisis pengendalian produk yang dipasok dan produk milik pelanggan dalam sistem mutu laboratorium.
Metode yang sudah tervalidasi bisa rusak diam-diam lewat satu lot reagen baru.
| Kelompok | Contoh |
|---|---|
| Reagen dan bahan habis pakai | Reagen, kontrol, kalibrator, tabung, tips |
| Peralatan | Alat analisis, pipet, pendingin |
| Layanan | Kalibrasi, pemeliharaan, laboratorium rujukan |
Diagram buatan sendiri.
| Periksa | Diterima bila | Ditolak atau dikarantina bila |
|---|---|---|
| Kemasan | Utuh | Rusak, bocor |
| Suhu penerimaan | Sesuai syarat penyimpanan | Di luar syarat |
| Kedaluwarsa | Masih cukup lama | Lewat atau terlalu dekat |
| Dokumen | Lot dan sertifikat cocok | Tidak lengkap |
Di laboratorium klinik X, kotak reagen kimia klinik tiba sore hari. Petugas mendapati cold pack sudah lembek dan kotak terasa hangat. Pemasok mengatakan reagen biasanya tahan beberapa jam di suhu ruang, dan kurir sudah pergi.

Foto: Wikimedia Commons
Buat checklist satu halaman untuk penerimaan reagen yang memuat:
RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-13
Bahan dengan nilai yang sudah ditetapkan, dipakai untuk menyetel hubungan antara sinyal alat dan konsentrasi. Kalibrator berbeda dari bahan kontrol, yang dipakai untuk memantau.
Contoh: Setelah ganti lot reagen, alat dikalibrasi ulang dengan kalibrator dari pabrikan.
Barang dipisahkan dan diberi tanda tidak boleh dipakai sampai ada keputusan diterima atau ditolak.
Contoh: Reagen yang tiba dalam keadaan hangat disimpan terpisah dengan label “jangan dipakai” sambil menunggu jawaban pemasok.
Penilaian mutu dari pihak luar. Penyelenggara mengirim sampel yang nilainya tidak diketahui peserta. Laboratorium memeriksanya seperti sampel pasien, lalu hasilnya dibandingkan dengan nilai target atau dengan hasil laboratorium lain. Di Indonesia dikenal sebagai Pemantapan Mutu Eksternal (PME).
Contoh: Laboratorium menerima serum kontrol dari penyelenggara PME tiga kali setahun, memeriksa glukosa dan kolesterolnya, lalu mengirim hasilnya untuk dinilai.
Tes molekuler otomatis berbasis PCR dalam kartrid yang mendeteksi Mycobacterium tuberculosis sekaligus resistansi terhadap rifampisin. Di Indonesia dikenal sebagai Tes Cepat Molekuler (TCM).
Contoh: Sampel dahak dimasukkan ke kartrid, hasil keluar dalam sekitar dua jam.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika