Verifikasi dan validasi metode analitik

Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 11

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Yang kita kerjakan hari ini

Sub-CPMK-11 (RPS): Melakukan kuis tentang verifikasi dan validasi metode analitik laboratorium medik.

  1. Beda verifikasi dan validasi, serta kapan masing-masing dipakai.
  2. Parameter kinerja yang diperiksa pada metode kuantitatif dan kualitatif.
  3. Simulasi verifikasi presisi dari data latihan.
  4. Kuis untuk menguji pemahaman.

Dari dokumen ke bukti kinerja

  • Pertemuan 10: rekaman harus lengkap dan terkendali.
  • Hari ini kita membahas rekaman yang paling diperhatikan auditor: bukti bahwa sebuah metode memang layak dipakai.
  • Pertanyaannya: kalau alat dan reagen baru datang, bagaimana kita tahu hasilnya bisa dipercaya sebelum dipakai untuk pasien?

Hasil dari metode yang belum diverifikasi belum layak dipercaya.

Verifikasi dan validasi punya arti berbeda

Verifikasi Validasi
Pertanyaannya Apakah klaim pabrikan terpenuhi di laboratorium kita? Apakah metode ini layak untuk tujuan pemakaiannya?
Dipakai untuk Metode yang sudah divalidasi dan dipakai tanpa modifikasi Metode non-standar, buatan sendiri, dimodifikasi, atau dipakai di luar cakupannya
Contoh Alat kimia klinik baru dengan reagen pabrikan Metode PCR buatan laboratorium sendiri

Parameter yang diperiksa bergantung pada jenis pemeriksaan

Jenis pemeriksaan Parameter verifikasi
Kuantitatif Impresisi (CV%) dan trueness (bias%)
Kualitatif Sensitivitas dan spesifisitas diagnostik, dengan interval kepercayaan 95%
Semi-kuantitatif Impresisi dan akurasi diagnostik
Validasi Dipilih sesuai tujuan pemakaian, bisa mencakup linearitas, rentang, dan spesifisitas analitik

Antonelli dkk., 2017; RPS TLM OBE-139b

Mengenal istilah: akurasi, presisi, linearitas

  • Akurasi: kedekatan hasil dengan nilai benar. Ukurannya bias.
  • Presisi: kedekatan hasil berulang satu sama lain. Ukurannya SD atau CV.
  • Linearitas: hasil mengikuti konsentrasi pada rentang tertentu.
  • Rentang: batas bawah sampai atas yang sudah terbukti andal.
  • Spesifisitas dan sensitivitas analitik: kemampuan mengukur hanya yang dituju, dan mendeteksi konsentrasi rendah.

Mikropipet

Alur verifikasi impresisi metode baru

Alur operasional verifikasi impresisi untuk prosedur pemeriksaan yang baru diperkenalkan

Alur operasional verifikasi impresisi prosedur pemeriksaan baru.

Antonelli dkk., 2017, Fig. 1, CC BY-NC-ND 4.0

Desain verifikasi presisi mengikuti CLSI EP15

  • Menurut Antonelli dkk., desain dasarnya 3 ulangan per hari selama 5 hari, jadi 15 hasil per sampel.
  • Pakai sampel dengan konsentrasi berbeda, mendekati konsentrasi yang divalidasi pabrikan.
  • Pencilan dicek dengan uji Grubbs. Lebih dari satu pencilan berarti studi diulang.
  • Versi EP15-A3: 5 ulangan per hari selama 5 hari, jadi 25 hasil, minimal dua materi pada konsentrasi keputusan medis.
  • Hasil dibandingkan dengan klaim pabrikan melalui batas verifikasi.

Latihan: verifikasi presisi dengan data fiktif

Hari Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rerata hari
1 98 100 99 99
2 101 102 100 101
3 99 98 100 99
4 103 101 102 102
5 100 99 101 100

Glukosa kontrol dalam mg/dL. Data fiktif untuk latihan.

Hasil hitung dan keputusan

SD CV
Repeatability (dalam hari) 1,0 mg/dL 1,0%
Within-laboratory (total) 1,5 mg/dL 1,5%
Klaim pabrikan (fiktif) repeatability 1,5%, total 2,0%

Keputusan latihan: nilai kita di bawah klaim, jadi klaim presisi terverifikasi.

Studi presisi dengan perangkat lunak: hs-cTnI

Tingkat Rerata (ng/L) CV repeatability (%) CV within-laboratory (%)
L1 5,0 4,9 6,1
L2 10,1 1,8 3,4
L3 24,9 2,2 3,0
L4 49,2 1,2 2,3
L5 99,6 1,4 2,1
L6 503,4 1,3 3,8

Desain: 6 tingkat konsentrasi, 5 hari × 2 run × 2 ulangan.

Data sintetis dari paket valytics

Profil presisi: di mana CV mulai terlalu besar?

Profil presisi hs-cTnI: CV menurun saat konsentrasi naik, garis putus-putus pada CV 10 persen

CV within-laboratory terhadap konsentrasi. Titik adalah hasil tiap tingkat, kurva adalah model profil presisi.

Makin rendah konsentrasi, makin besar CV. Batas CV 10% menentukan konsentrasi terendah yang masih bisa dipercaya.

Data sintetis dari paket valytics

Bias diperiksa terhadap nilai target

  • Data presisi bisa dipakai juga untuk menaksir bias terhadap nilai target.
  • Target yang cocok: bahan uji profisiensi dengan nilai kelompok sebaya, kontrol bernilai kelompok sebaya, atau bahan acuan tingkat tinggi.
  • Rerata percobaan dibandingkan dengan target melalui interval verifikasi.
  • Bila di luar interval, bias dibandingkan dengan batas bias yang diizinkan.

Verifikasi pada pemeriksaan kualitatif

  • Contoh: tes cepat atau PCR dengan hasil positif atau negatif.
  • Bandingkan hasil dengan metode acuan pada sampel positif dan negatif yang sudah diketahui statusnya.
  • Hitung sensitivitas dan spesifisitas beserta interval kepercayaan 95%.
  • Antonelli menyarankan minimal 10 sampel positif dan 10 negatif.

Kapan verifikasi harus diulang

  • Alat atau metode baru masuk laboratorium.
  • Perubahan besar: pindah lokasi, perbaikan besar, pembaruan perangkat lunak yang memengaruhi hasil.
  • Lot reagen atau kalibrator baru: verifikasi ringan, dibahas di pertemuan 13.

Dokumentasi hasil validasi

  • Rencana: tujuan, parameter, desain, kriteria penerimaan yang ditetapkan sebelum percobaan.
  • Data mentah dan perhitungan.
  • Kesimpulan: memenuhi atau tidak memenuhi kriteria.
  • Persetujuan: siapa yang menyatakan metode layak dipakai.

Kuis: soal 1 sampai 4

  1. Laboratorium membeli alat kimia klinik baru dengan reagen pabrikan dan memakainya tanpa modifikasi. Apakah verifikasi atau validasi yang diperlukan?
  2. Metode PCR buatan laboratorium sendiri akan dipakai untuk pasien. Verifikasi atau validasi?
  3. Untuk pemeriksaan kuantitatif, dua parameter minimal yang diverifikasi adalah … dan …
  4. Pada desain EP15 versi Antonelli, berapa hasil yang diperoleh per sampel?

Kuis: soal 5 sampai 8

  1. Pada latihan tadi, mengapa kriteria penerimaan harus ditetapkan sebelum percobaan?
  2. Hasil sensitivitas 100% dari 10 sampel positif. Mengapa interval kepercayaan tetap dilaporkan?
  3. Sebutkan dua contoh target yang cocok untuk menaksir bias.
  4. Sebutkan dua keadaan yang menuntut verifikasi diulang.

Kunci jawaban kuis

  1. Verifikasi.
  2. Validasi.
  3. Impresisi dan trueness (bias).
  4. 15 hasil (3 ulangan kali 5 hari).
  5. Supaya kriteria tidak diubah mengikuti data hanya agar lolos.
  6. Sampel kecil, jadi ketidakpastian besar; interval menunjukkan rentang nilai yang masuk akal.
  7. Bahan uji profisiensi, kontrol bernilai kelompok sebaya, atau bahan acuan tingkat tinggi.
  8. Alat atau metode baru, perubahan besar pada alat, atau lot baru.

Penilaian pertemuan ini

  • Teknik penilaian: kuis.
  • Yang dinilai: pemahaman konsep verifikasi dan validasi, ketepatan jawaban kuis, kemampuan menganalisis parameter validasi, dan partisipasi diskusi.

RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-11

Benang merah

  • Pertemuan 12: rencana dan sertifikat validasi, serta pengendalian desain.
  • Pertemuan 13: verifikasi lot reagen baru.
  • Pertemuan 14: konteks diagnostik penyakit menular dan tidak menular.

Ringkasan

  • Verifikasi memastikan klaim pabrikan terpenuhi, validasi memastikan metode layak untuk tujuannya.
  • Pemeriksaan kuantitatif diverifikasi lewat impresisi dan bias, kualitatif lewat sensitivitas dan spesifisitas.
  • Desain EP15 memberi taksiran presisi dan bias dari satu percobaan singkat.
  • Kriteria penerimaan ditetapkan sebelum percobaan dan hasilnya didokumentasikan.

Rujukan

  • Antonelli G, Padoan A, Aita A, Sciacovelli L, Plebani M. Verification or validation, that is the question. J Lab Precis Med. 2017;2:58. doi:10.21037/jlpm.2017.07.11
  • Westgard QC. CLSI EP15-A3: verification of precision and estimation of bias. https://www.westgard.com/clsi-ep15a3.htm
  • Grassi M. valytics: Statistical Methods for Analytical Method Comparison and Validation. Paket R. https://github.com/marcellogr/valytics

Terima kasih

Istilah: Presisi dan impresisi

Presisi adalah kedekatan hasil pengukuran berulang satu sama lain. Impresisi adalah kebalikannya, yaitu besarnya sebaran, dan biasanya dinyatakan dengan SD atau CV.

Contoh: Sampel yang sama diperiksa lima kali memberi 99, 100, 101, 100, 100: presisinya baik.

Istilah: Trueness

Kedekatan rerata banyak pengukuran dengan nilai benar. Trueness diukur dengan bias: makin kecil bias, makin baik trueness.

Contoh: Rerata 20 pengukuran bahan acuan hampir sama dengan nilai sertifikatnya.

Istilah: Bias

Selisih antara rerata hasil pengukuran dan nilai benar atau nilai target. Bias menunjukkan kesalahan sistematik.

Contoh: Bahan acuan bernilai 200 mg/dL, rerata hasil kita 206 mg/dL, jadi bias +6 mg/dL atau +3%.

Istilah: Koefisien variasi (CV)

Simpangan baku dibagi rerata, dikali 100%. CV menyatakan presisi dalam persen sehingga bisa dibandingkan antar konsentrasi atau antar metode.

Contoh: Rerata 100 mg/dL dan SD 2 mg/dL memberi CV 2%.

Istilah: Interval kepercayaan 95%

Rentang nilai yang diperkirakan memuat nilai sebenarnya dengan tingkat keyakinan 95%. Makin sedikit sampel, makin lebar intervalnya.

Contoh: Sensitivitas 100% dari 10 sampel positif tetap punya interval yang lebar, kira-kira 69 sampai 100%.

Istilah: Sensitivitas dan spesifisitas

Sensitivitas diagnostik adalah kemampuan tes memberi hasil positif pada orang yang benar sakit; spesifisitas diagnostik adalah kemampuan memberi hasil negatif pada orang yang tidak sakit. Pada konteks analitik, sensitivitas berarti kemampuan mendeteksi kadar rendah dan spesifisitas berarti hanya mengukur zat yang dituju.

Contoh: Tes cepat positif pada 95 dari 100 pasien TB terkonfirmasi: sensitivitas 95%.

Istilah: Pencilan dan uji Grubbs

Pencilan adalah hasil yang jauh menyimpang dari kelompoknya. Uji Grubbs adalah cara statistik untuk memutuskan apakah satu hasil layak dianggap pencilan.

Contoh: Lima ulangan 100, 101, 99, 100, dan 130: nilai 130 dicurigai sebagai pencilan.

Istilah: Repeatability

Presisi pada kondisi yang sama: alat, petugas, reagen, dan waktu yang berdekatan, misalnya dalam satu run.

Contoh: Tiga ulangan kontrol yang diperiksa berurutan pagi ini.

Istilah: Within-laboratory precision

Presisi dalam satu laboratorium yang sudah memasukkan variasi antar run dan antar hari. Nilainya selalu sama dengan atau lebih besar dari repeatability.

Contoh: Kontrol diperiksa dua run per hari selama lima hari, lalu seluruh variasinya digabung.

Istilah: Uji profisiensi (EQA)

Penilaian mutu dari pihak luar. Penyelenggara mengirim sampel yang nilainya tidak diketahui peserta. Laboratorium memeriksanya seperti sampel pasien, lalu hasilnya dibandingkan dengan nilai target atau dengan hasil laboratorium lain. Di Indonesia dikenal sebagai Pemantapan Mutu Eksternal (PME).

Contoh: Laboratorium menerima serum kontrol dari penyelenggara PME tiga kali setahun, memeriksa glukosa dan kolesterolnya, lalu mengirim hasilnya untuk dinilai.

Istilah: Kalibrator

Bahan dengan nilai yang sudah ditetapkan, dipakai untuk menyetel hubungan antara sinyal alat dan konsentrasi. Kalibrator berbeda dari bahan kontrol, yang dipakai untuk memantau.

Contoh: Setelah ganti lot reagen, alat dikalibrasi ulang dengan kalibrator dari pabrikan.