Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 11
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika
Sub-CPMK-11 (RPS): Melakukan kuis tentang verifikasi dan validasi metode analitik laboratorium medik.
Hasil dari metode yang belum diverifikasi belum layak dipercaya.
| Verifikasi | Validasi | |
|---|---|---|
| Pertanyaannya | Apakah klaim pabrikan terpenuhi di laboratorium kita? | Apakah metode ini layak untuk tujuan pemakaiannya? |
| Dipakai untuk | Metode yang sudah divalidasi dan dipakai tanpa modifikasi | Metode non-standar, buatan sendiri, dimodifikasi, atau dipakai di luar cakupannya |
| Contoh | Alat kimia klinik baru dengan reagen pabrikan | Metode PCR buatan laboratorium sendiri |
| Jenis pemeriksaan | Parameter verifikasi |
|---|---|
| Kuantitatif | Impresisi (CV%) dan trueness (bias%) |
| Kualitatif | Sensitivitas dan spesifisitas diagnostik, dengan interval kepercayaan 95% |
| Semi-kuantitatif | Impresisi dan akurasi diagnostik |
| Validasi | Dipilih sesuai tujuan pemakaian, bisa mencakup linearitas, rentang, dan spesifisitas analitik |
Antonelli dkk., 2017; RPS TLM OBE-139b

Foto: Wikimedia Commons

Antonelli dkk., 2017, Fig. 1, CC BY-NC-ND 4.0
| Hari | Ulangan 1 | Ulangan 2 | Ulangan 3 | Rerata hari |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 98 | 100 | 99 | 99 |
| 2 | 101 | 102 | 100 | 101 |
| 3 | 99 | 98 | 100 | 99 |
| 4 | 103 | 101 | 102 | 102 |
| 5 | 100 | 99 | 101 | 100 |
Glukosa kontrol dalam mg/dL. Data fiktif untuk latihan.
| SD | CV | |
|---|---|---|
| Repeatability (dalam hari) | 1,0 mg/dL | 1,0% |
| Within-laboratory (total) | 1,5 mg/dL | 1,5% |
| Klaim pabrikan (fiktif) | repeatability 1,5%, total 2,0% |
Keputusan latihan: nilai kita di bawah klaim, jadi klaim presisi terverifikasi.
| Tingkat | Rerata (ng/L) | CV repeatability (%) | CV within-laboratory (%) |
|---|---|---|---|
| L1 | 5,0 | 4,9 | 6,1 |
| L2 | 10,1 | 1,8 | 3,4 |
| L3 | 24,9 | 2,2 | 3,0 |
| L4 | 49,2 | 1,2 | 2,3 |
| L5 | 99,6 | 1,4 | 2,1 |
| L6 | 503,4 | 1,3 | 3,8 |
Desain: 6 tingkat konsentrasi, 5 hari × 2 run × 2 ulangan.
Data sintetis dari paket valytics

Makin rendah konsentrasi, makin besar CV. Batas CV 10% menentukan konsentrasi terendah yang masih bisa dipercaya.
Data sintetis dari paket valytics
RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-11
Presisi adalah kedekatan hasil pengukuran berulang satu sama lain. Impresisi adalah kebalikannya, yaitu besarnya sebaran, dan biasanya dinyatakan dengan SD atau CV.
Contoh: Sampel yang sama diperiksa lima kali memberi 99, 100, 101, 100, 100: presisinya baik.
Kedekatan rerata banyak pengukuran dengan nilai benar. Trueness diukur dengan bias: makin kecil bias, makin baik trueness.
Contoh: Rerata 20 pengukuran bahan acuan hampir sama dengan nilai sertifikatnya.
Selisih antara rerata hasil pengukuran dan nilai benar atau nilai target. Bias menunjukkan kesalahan sistematik.
Contoh: Bahan acuan bernilai 200 mg/dL, rerata hasil kita 206 mg/dL, jadi bias +6 mg/dL atau +3%.
Simpangan baku dibagi rerata, dikali 100%. CV menyatakan presisi dalam persen sehingga bisa dibandingkan antar konsentrasi atau antar metode.
Contoh: Rerata 100 mg/dL dan SD 2 mg/dL memberi CV 2%.
Rentang nilai yang diperkirakan memuat nilai sebenarnya dengan tingkat keyakinan 95%. Makin sedikit sampel, makin lebar intervalnya.
Contoh: Sensitivitas 100% dari 10 sampel positif tetap punya interval yang lebar, kira-kira 69 sampai 100%.
Sensitivitas diagnostik adalah kemampuan tes memberi hasil positif pada orang yang benar sakit; spesifisitas diagnostik adalah kemampuan memberi hasil negatif pada orang yang tidak sakit. Pada konteks analitik, sensitivitas berarti kemampuan mendeteksi kadar rendah dan spesifisitas berarti hanya mengukur zat yang dituju.
Contoh: Tes cepat positif pada 95 dari 100 pasien TB terkonfirmasi: sensitivitas 95%.
Pencilan adalah hasil yang jauh menyimpang dari kelompoknya. Uji Grubbs adalah cara statistik untuk memutuskan apakah satu hasil layak dianggap pencilan.
Contoh: Lima ulangan 100, 101, 99, 100, dan 130: nilai 130 dicurigai sebagai pencilan.
Presisi pada kondisi yang sama: alat, petugas, reagen, dan waktu yang berdekatan, misalnya dalam satu run.
Contoh: Tiga ulangan kontrol yang diperiksa berurutan pagi ini.
Presisi dalam satu laboratorium yang sudah memasukkan variasi antar run dan antar hari. Nilainya selalu sama dengan atau lebih besar dari repeatability.
Contoh: Kontrol diperiksa dua run per hari selama lima hari, lalu seluruh variasinya digabung.
Penilaian mutu dari pihak luar. Penyelenggara mengirim sampel yang nilainya tidak diketahui peserta. Laboratorium memeriksanya seperti sampel pasien, lalu hasilnya dibandingkan dengan nilai target atau dengan hasil laboratorium lain. Di Indonesia dikenal sebagai Pemantapan Mutu Eksternal (PME).
Contoh: Laboratorium menerima serum kontrol dari penyelenggara PME tiga kali setahun, memeriksa glukosa dan kolesterolnya, lalu mengirim hasilnya untuk dinilai.
Bahan dengan nilai yang sudah ditetapkan, dipakai untuk menyetel hubungan antara sinyal alat dan konsentrasi. Kalibrator berbeda dari bahan kontrol, yang dipakai untuk memantau.
Contoh: Setelah ganti lot reagen, alat dikalibrasi ulang dengan kalibrator dari pabrikan.

Sistem Manajemen Mutu II · Prodi D4 TLM Universitas Syedza Saintika