Identifikasi dan ketertelusuran

Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 9

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Yang kita kerjakan hari ini

Sub-CPMK-09 (RPS): Menjelaskan prinsip identifikasi dan ketertelusuran produk dalam sistem manajemen mutu laboratorium.

  1. Mengapa identifikasi dan ketertelusuran menentukan keandalan hasil.
  2. Rantai identifikasi sampel dari pra-analitik sampai arsip.
  3. Ketertelusuran metrologi: dari hasil pasien kembali ke acuan.
  4. Dua kasus untuk dibahas berkelompok.

Pertanyaan yang kita bawa dari pertemuan 7

  • Pada pertemuan 7, kita menemukan akar penyebab dan merancang CAPA.
  • Tetapi ada satu pertanyaan yang belum terjawab: jika satu lot reagen bermasalah, hasil pasien mana saja yang terdampak?
  • Jawabannya hanya ada kalau setiap hasil bisa ditelusuri ke sampel, alat, lot, dan waktu pemeriksaannya.

Tanpa ketertelusuran, satu masalah kecil menjadi masalah untuk semua pasien.

Kesalahan identifikasi itu nyata dan sering

  • Review Mrazek dkk. (2020) merangkum bahwa identifikasi pasien menyumbang sekitar 9% dari kesalahan yang dianalisis.
  • Sampel yang salah identitas atau tidak berlabel menyebabkan penolakan hingga 0,2% dari seluruh sampel.
  • Sampel yang diterima dengan identitas keliru lebih berbahaya daripada sampel yang ditolak, karena hasilnya bisa terlanjur dilaporkan.

Dua arti ketertelusuran

Ketertelusuran sampel dan hasil Ketertelusuran metrologi
Pertanyaannya Hasil ini milik siapa dan diperoleh bagaimana? Hasil ini benar jika dibandingkan dengan acuan apa?
Yang dihubungkan Pasien, label, sampel, alat, lot, petugas, waktu Hasil, kalibrasi, kalibrator, bahan acuan
Alatnya Identifikasi unik dan rekaman Kalibrasi dan bahan acuan

Rantai identifikasi sampel dari awal sampai arsip

Rantai identifikasi sampel: label unik, penerimaan, aliquot, pemeriksaan, laporan, arsip, dengan panah penelusuran mundur

Rantai identifikasi sampel. Setiap tahap mencatat siapa, kapan, dan nomor yang sama.

Diagram buatan sendiri.

Label yang baik mudah dicek dan sulit tertukar

  • Dua pengenal pasien, misalnya nama dan nomor rekam medis atau tanggal lahir.
  • Pelabelan dilakukan di sisi pasien, bukan setelah tabung berpindah ke meja lain.
  • Label cocok dengan formulir permintaan sebelum sampel dikirim.
  • Aliquot diberi label turunan yang mengacu ke sampel induk.

Holder vakum dengan tabung pengambilan darah

Menempel label nanti di meja pengolahan adalah salah satu kebiasaan yang memicu tertukarnya sampel.

Saat penerimaan: cocokkan, nilai, putuskan

  • Cocokkan label dengan permintaan: nama, nomor, jenis pemeriksaan.
  • Nilai kelayakan sampel: jenis tabung, volume, hemolisis, waktu dan suhu pengiriman.
  • Sampel yang tidak layak ditolak dan penolakannya dicatat beserta alasannya.
  • Untuk sampel yang tidak bisa diulang, keputusannya mempertimbangkan risiko bagi pasien dan dicatat.

Linko dkk., 2025, klausul 7.2

Sesudah pemeriksaan: laporan yang bisa ditelusuri

  • Setiap laporan memuat pengenal unik pasien dan sampel.
  • Perubahan pada laporan yang sudah dirilis tercatat: apa yang diubah, oleh siapa, kapan, dan mengapa.
  • Hasil yang diubah tidak boleh menghapus versi sebelumnya dari catatan.

Linko dkk., 2025, klausul 7.4

Sampel yang sudah diperiksa pun masih perlu dikelola

  • Laboratorium menetapkan dan mencatat berapa lama sampel disimpan, kondisi penyimpanannya, dan cara pemusnahannya.
  • Lama penyimpanan mengikuti kestabilan analit dan ketentuan hukum.
  • Akses ke tempat penyimpanan dibatasi, dan pengambilan sampel dari arsip sebaiknya dicatat (tanggal dan petugas).

Ketertelusuran metrologi: dari hasil pasien kembali ke acuan

Rantai ketertelusuran metrologi dari bahan acuan tingkat tertinggi, kalibrator pabrik, kalibrasi di laboratorium, sampai hasil pasien

Rantai ketertelusuran metrologi yang disederhanakan.

Diagram buatan sendiri; ISO 17511, lihat Linko dkk., 2025

Mencatat lot membuat penelusuran menjadi mungkin

Yang dicatat pada hasil Pertanyaan yang bisa dijawab kemudian
Lot dan tanggal pakai reagen Hasil mana yang memakai lot bermasalah?
Lot bahan kontrol dan hasil QC saat itu Apakah kontrol layak pada hari itu?
Alat, tanggal, dan petugas Apakah masalah terbatas pada satu alat atau satu shift?
Tanggal kalibrasi terakhir Hasil mana yang diperiksa sebelum dan sesudah kalibrasi?

Kasus 1: dua tabung tertukar

Di laboratorium klinik fiktif, dua pasien dengan nama mirip diambil darahnya berurutan oleh satu petugas. Label ditempel setelah kedua tabung dibawa ke meja pengolahan. Beberapa jam kemudian, dokter bertanya mengapa kadar glukosa pasien A tidak cocok dengan keadaannya.

  1. Di tahap mana tertukarnya sampel kemungkinan terjadi?
  2. Bagaimana laboratorium memastikan apakah benar terjadi pertukaran?
  3. Apa yang diubah pada sistem agar tidak terulang?

Kasus 2: lot kalibrator bergeser

Pada Senin pagi, kalibrasi dengan lot kalibrator baru dilakukan. Rabu siang, kontrol bergeser ke atas dan pola itu bertahan. Pemasok mengabarkan bahwa lot kalibrator tersebut memang punya masalah penetapan nilai.

  1. Hasil pasien dari periode mana yang perlu ditinjau?
  2. Informasi apa yang kalian butuhkan untuk membuat daftar hasil terdampak?
  3. Siapa yang kalian hubungi, dan apa yang kalian catat?

Cara kerja kelompok

  1. Baca kasus, lalu gambar rantai identifikasi atau rantai penelusuran yang relevan.
  2. Tandai di mana rantai itu putus atau lemah.
  3. Usulkan perbaikan yang bisa dicatat dan diperiksa.
  4. Presentasikan dalam tiga menit.

Penilaian pertemuan ini

  • Teknik penilaian: studi kasus.
  • Yang dinilai: ketepatan penjelasan prinsip identifikasi dan ketertelusuran, kedalaman analisis sistem identifikasi spesimen, kelengkapan dokumentasi ketertelusuran, dan partisipasi aktif.

RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-09

Benang merah

  • Pertemuan 10: dokumen, data, dan rekaman mutu. Ketertelusuran bergantung pada rekaman yang terkendali.
  • Pertemuan 13: pengendalian produk yang dipasok, termasuk lot reagen.
  • Pertemuan 15: kita akan melihat apakah sistem identifikasi benar-benar berjalan di laboratorium.

Ringkasan

  • Ketertelusuran ada dua: sampel dan hasil, serta metrologi.
  • Rantai identifikasi harus utuh dari label sampai arsip.
  • Perubahan laporan harus meninggalkan jejak.
  • Mencatat lot, alat, dan waktu membuat penelusuran hasil terdampak menjadi mungkin.

Rujukan

  • Mrazek C, Lippi G, Keppel MH, dkk. Errors within the total laboratory testing process, from test selection to medical decision-making: a review of causes, consequences, surveillance and solutions. Biochem Med (Zagreb). 2020;30(2):020502. doi:10.11613/BM.2020.020502
  • Linko S, Boursier G, Bernabeu-Andreu FA, dkk. EN ISO 15189 revision: EFLM Committee Accreditation and ISO/CEN standards (C: A/ISO) analysis and general remarks on the changes. Clin Chem Lab Med. 2025. doi:10.1515/cclm-2024-1451
  • López Yeste ML, Pons Mas AR, Guiñón Muñoz L, dkk. Management of post-analytical processes in the clinical laboratory according to ISO 15189:2012. Adv Lab Med. 2021;2(3):373-380. doi:10.1515/almed-2021-0044
  • International Organization for Standardization. ISO 15189:2022 Medical laboratories: requirements for quality and competence. Geneva: ISO.
  • International Organization for Standardization. ISO 17511:2020 In vitro diagnostic medical devices: requirements for establishing metrological traceability of values assigned to calibrators, trueness control materials and human samples. Geneva: ISO.

Terima kasih

Istilah: CAPA

Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.

Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.

Istilah: Ketertelusuran metrologi

Hubungan yang terdokumentasi dari hasil pasien ke kalibrator, lalu ke bahan acuan yang lebih tinggi, sehingga hasil di laboratorium berbeda dapat dibandingkan.

Contoh: Hasil HbA1c di laboratorium A dan B sebanding karena keduanya tertelusur ke acuan IFCC.

Istilah: Kalibrator

Bahan dengan nilai yang sudah ditetapkan, dipakai untuk menyetel hubungan antara sinyal alat dan konsentrasi. Kalibrator berbeda dari bahan kontrol, yang dipakai untuk memantau.

Contoh: Setelah ganti lot reagen, alat dikalibrasi ulang dengan kalibrator dari pabrikan.

Istilah: Aliquot

Bagian dari sampel yang dipisahkan ke wadah lain, misalnya untuk pemeriksaan di bagian berbeda.

Contoh: Serum dari satu tabung dibagi ke dua tabung kecil untuk kimia klinik dan imunologi, keduanya berlabel turunan dari nomor sampel induk.