Proyek Monitoring dan Evaluasi Mutu

Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 4

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Yang kita kerjakan hari ini

Sub-CPMK-04 (RPS): Merancang proyek monitoring dan evaluasi mutu pada satu parameter pemeriksaan laboratorium.

  1. Apa yang diminta dari proyek ini.
  2. Memilih satu parameter dan merumuskan pertanyaannya.
  3. Siklus PDCA sebagai kerangka proyek.
  4. Merancang indikator, data awal, analisis, dan rekomendasi.

Proyek ini menyatukan tiga pertemuan sebelumnya

  • Pertemuan 1: tujuan mutu yang terukur.
  • Pertemuan 2: indikator dan data pada tiga tahap pemeriksaan.
  • Pertemuan 3: evaluasi dan tindak lanjut.
  • Proyek ini meminta kalian menjalankan semuanya pada satu parameter pemeriksaan.

Satu parameter, satu pertanyaan mutu, satu siklus perbaikan.

Yang akan dinilai pada proyek

Aspek Yang dilihat
Desain proyek Ketepatan rancangan monitoring
Data awal Kelengkapan baseline
Implementasi Ketepatan sistem monitoring yang dijalankan
Analisis Kedalaman dan kelengkapan analisis data
Rekomendasi Kualitas rekomendasi perbaikan
Waktu Ketepatan menyelesaikan proyek

RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-04

Pilih satu parameter

Contoh parameter Kelompok penyakit Mengapa menarik dipantau
Glukosa darah Tidak menular (diabetes) Pemeriksaan sangat sering dan sensitif terhadap penundaan sampel
Kolesterol Tidak menular Sering diperiksa, hasil dipakai untuk memantau terapi
Pemeriksaan dahak untuk TB Menular Kualitas sediaan memengaruhi hasil
Tes cepat HIV Menular Alur pelaporan dan konfirmasi perlu rapi

Cara memilih parameter yang realistis

  • Datanya tersedia atau bisa diperoleh dengan izin.
  • Jumlah pemeriksaannya cukup untuk melihat pola.
  • Ada pertanyaan mutu yang jelas, misalnya: mengapa banyak sampel ditolak, atau mengapa waktu tunggu lama?
  • Kelompok memahami cara pemeriksaan dan nilai rujukannya.

Pertanyaan yang baik membuat sisanya mudah. Pertanyaan yang kabur membuat semuanya sulit.

PDCA: kerangka proyek

Siklus PDCA: plan, do, check, act, dengan isi tiap tahap untuk proyek monitoring mutu

Siklus plan, do, check, act untuk proyek monitoring mutu.

Diagram buatan sendiri.

Rumuskan pertanyaan dan indikator

  • Tulis satu pertanyaan mutu.
  • Tentukan satu atau dua indikator, lengkap dengan rumus.
  • Tulis definisi operasional: apa yang dihitung dan apa yang tidak.
  • Tentukan sumber data, periode, dan siapa yang mencatat.

Contoh: persentase sampel glukosa yang ditolak = (sampel glukosa ditolak / seluruh sampel glukosa diterima) × 100%.

Data awal (baseline) menentukan segalanya

  • Baseline adalah kondisi sebelum ada perbaikan.
  • Tanpa baseline, kita tidak bisa mengatakan bahwa perbaikan berhasil.
  • Catat periode, jumlah pemeriksaan, dan cara pengumpulannya.
  • Periksa apakah ada data yang hilang atau tidak konsisten.

Contoh proyek nyata: alurnya dari data ke perbaikan

Langkah Pada Bouzid dkk. (2018)
Pertanyaan Ketidaksesuaian apa yang terjadi di ruang pengambilan sampel?
Data awal Audit internal tahap pra-analitik
Tindakan Alat mutu dan tindakan korektif diterapkan
Pemeriksaan Frekuensi ketidaksesuaian diukur ulang
Hasil Total ketidaksesuaian turun 52% (P = 0,004)

Menganalisis data awal

  • Hitung indikator per periode, misalnya per minggu atau per bulan.
  • Buat grafik tren sederhana untuk melihat pola.
  • Urutkan penyebab dari yang paling sering, lalu fokus pada beberapa yang dominan.
  • Bandingkan dengan target atau dengan pustaka bila ada.

Pertanyaan analisis: apa yang berubah, kapan berubah, dan mengapa mungkin berubah?

Contoh grafik run: sebelum dan sesudah intervensi

Grafik run infeksi C. difficile per bulan dengan median 19 sebelum intervensi dan 6 sesudah intervensi

Infeksi C. difficile yang didapat di rumah sakit per bulan, sebelum dan sesudah intervensi. Garis datar adalah median tiap periode.

Grafik run memperlihatkan perubahan dari waktu ke waktu, bukan hanya rerata dua periode.

Data Amager Hvidovre Hospital, Denmark (esundhed.dk), dari paket qicharts2

Rekomendasi yang baik bisa diukur

Kurang baik Lebih baik
Petugas perlu lebih teliti Pelatihan pengambilan sampel untuk semua flebotomis, selesai bulan depan, target hemolisis turun dari 1,5% menjadi di bawah 1%
Perbaiki pencatatan Satu formulir penolakan baku dengan kolom alasan terstandar, dipakai mulai awal bulan

Rekomendasi memuat tindakan, penanggung jawab, tenggat, dan indikator keberhasilan.

Struktur laporan proyek

  1. Latar belakang dan pertanyaan mutu.
  2. Parameter, indikator, dan definisi operasional.
  3. Sumber dan metode pengumpulan data.
  4. Hasil data awal dan analisisnya.
  5. Rekomendasi dan rencana pengukuran ulang.
  6. Keterbatasan dan rujukan.

Etika dan kehati-hatian data

  • Jangan memuat nama pasien atau nomor rekam medis.
  • Dapatkan izin sebelum memakai data laboratorium.
  • Jangan menyimpulkan lebih dari yang dibolehkan data. Sebutkan keterbatasannya.
  • Sebutkan sumber data dan rujukan dengan jujur.

Diskusi kelompok: rancang proyek kalian

  1. Parameter apa yang kalian pilih dan mengapa?
  2. Apa pertanyaan mutunya?
  3. Indikator apa, dan bagaimana rumusnya?
  4. Dari mana datanya, dan siapa yang mencatat?

Benang merah

  • Pertemuan 5: tahap analitik didalami lewat QC internal dan eksternal, yang bisa menjadi sumber data proyek.
  • Pertemuan 6 dan 7: troubleshooting, RCA, dan CAPA membantu kalian merumuskan rekomendasi.
  • Proyek diserahkan sesuai tenggat yang saya umumkan.

Ringkasan

  • Satu parameter, satu pertanyaan mutu, satu siklus perbaikan.
  • PDCA memberi urutan: rencanakan, jalankan, periksa, tindak lanjut.
  • Baseline, indikator, dan definisi operasional harus jelas sejak awal.
  • Rekomendasi yang baik bisa diukur dan punya penanggung jawab serta tenggat.

Rujukan

  • Bouzid K, Zrelli S, Rebeh A, dkk. Preanalytical phase management: identification and control of nonconformities in the sampling room of a clinical laboratory in Tunisia. J Lab Precis Med. 2018;3(4). doi:10.21037/jlpm.2018.03.14
  • Cadamuro J, Gaksch M, Mrazek C, Haschke-Becher E, Plebani M. How do we use the data from pre-analytical quality indicators and how should we? J Lab Precis Med. 2018;3(4). doi:10.21037/jlpm.2018.04.04
  • Linko S, Boursier G, Bernabeu-Andreu FA, dkk. EN ISO 15189 revision: EFLM Committee Accreditation and ISO/CEN standards (C: A/ISO) analysis and general remarks on the changes. Clin Chem Lab Med. 2025. doi:10.1515/cclm-2024-1451
  • Anhøj J. qicharts2: Quality Improvement Charts. Paket R (dataset cdi). https://github.com/anhoej/qicharts2

Terima kasih

Istilah: Baseline

Data kondisi awal sebelum perbaikan dilakukan. Baseline menjadi pembanding untuk menilai apakah perbaikan berhasil.

Contoh: Tiga bulan sebelum pelatihan, sampel hemolisis rata-rata 1,5%; angka ini menjadi baseline.

Istilah: Waktu tunggu hasil

Lama waktu dari sampel diterima laboratorium sampai hasil dilaporkan. Dalam bahasa Inggris disebut turnaround time (TAT).

Contoh: Sampel cito diterima pukul 08.00 dan hasil dikirim pukul 08.50: waktu tunggu 50 menit.

Istilah: Definisi operasional

Penjelasan rinci tentang apa yang dihitung dan apa yang tidak, supaya semua petugas mengukur dengan cara yang sama.

Contoh: “Sampel hemolisis” = sampel serum dengan indeks hemolisis di atas batas alat, tidak termasuk sampel yang tampak keruh karena lipemia.

Istilah: Grafik run

Grafik data dari waktu ke waktu dengan garis median. Pola tertentu, misalnya banyak titik berturut-turut di satu sisi median, menandakan perubahan yang nyata, bukan kebetulan.

Contoh: Persentase sampel hemolisis per minggu sebelum dan sesudah pelatihan flebotomi.

Istilah: CAPA

Corrective and preventive action: tindakan koreksi untuk memperbaiki masalah yang sudah terjadi dan tindakan pencegahan agar tidak terulang.

Contoh: Koreksi: melatih ulang analis. Pencegahan: setiap metode baru wajib masuk dokumen pelatihan sebelum dipakai.

Istilah: Analisis akar penyebab (RCA)

Root cause analysis: penelusuran untuk menemukan penyebab dasar suatu masalah, bukan hanya gejalanya, supaya masalah tidak terulang.

Contoh: Kontrol sering keluar batas bukan karena “analis lalai”, tetapi karena metode baru belum ada di dokumen pelatihan.

Istilah: Siklus PDCA

Siklus perbaikan empat tahap: Plan (rencanakan), Do (jalankan), Check (periksa hasilnya), Act (tindak lanjuti dan bakukan).

Contoh: Rencana pelatihan flebotomi, pelaksanaan pelatihan, pengukuran ulang hemolisis, lalu perubahan SOP.