Sistem Manajemen Mutu dan Standar ISO 15189

Sistem Manajemen Mutu II, Pertemuan 1

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech.

Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Syedza Saintika

Yang kita kerjakan hari ini

Sub-CPMK-01 (RPS): Menjelaskan prinsip dasar Sistem Manajemen Mutu (QMS) dan standar ISO 15189 dalam konteks laboratorium medik.

  1. Mengapa laboratorium membutuhkan sistem mutu.
  2. Prinsip dasar manajemen mutu.
  3. Peta standar ISO 15189:2022, klausul demi klausul.
  4. Apa yang berubah dari edisi 2012.

Hasil laboratorium dipakai untuk mengambil keputusan tentang pasien

  • Dokter memakai hasil pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, memilih terapi, dan memantau pengobatan.
  • Hasil yang salah bisa membuat pasien salah diobati.
  • Kesalahan tidak hanya terjadi di alat. Kesalahan bisa muncul sejak sampel diambil sampai hasil dibaca dokter.

Peralatan laboratorium klinik

Hasil yang tidak dapat dipercaya bisa lebih berbahaya daripada tidak diperiksa sama sekali.

Sistem manajemen mutu adalah cara mengatur seluruh pekerjaan agar hasilnya konsisten

  • Ada kebijakan dan tujuan mutu yang jelas.
  • Setiap pekerjaan punya prosedur tertulis (SOP) dan penanggung jawab.
  • Hasil pekerjaan dicatat sebagai rekaman.
  • Ada pengukuran, pemeriksaan, dan perbaikan yang berulang.

QMS bukan tumpukan dokumen. QMS adalah kebiasaan kerja yang bisa dibuktikan.

Prinsip yang lazim dalam manajemen mutu

Prinsip Wujudnya di laboratorium
Fokus pada pasien dan pengguna hasil Waktu tunggu dan ketepatan hasil dipantau
Kepemimpinan Pimpinan menetapkan tujuan mutu dan menyediakan sumber daya
Pendekatan proses Alur kerja dari permintaan sampai laporan dipetakan
Perbaikan berkelanjutan Temuan dan keluhan diolah menjadi tindakan
Keputusan berdasarkan data Indikator mutu dan data QC ditinjau berkala

ISO 15189 adalah standar persyaratan mutu dan kompetensi laboratorium medik

  • Edisi terbaru terbit tahun 2022 dan menggantikan ISO 15189:2012 serta ISO 22870:2016 (pemeriksaan di dekat pasien).
  • Penyusunannya diselaraskan dengan ISO/IEC 17025:2017.
  • Fokusnya bergeser ke keselamatan pasien dan pendekatan berbasis risiko.

Laboratorium yang memenuhi standar ini menunjukkan bahwa sistemnya mampu menghasilkan hasil yang andal.

Peta ISO 15189:2022: lima klausul utama

Lima klausul utama ISO 15189:2022, dari persyaratan umum sampai sistem manajemen

Klausul 4 sampai 8 pada ISO 15189:2022.

Diagram buatan sendiri; Linko dkk., 2025

Klausul 4 dan 5: kerangka dasar laboratorium

Klausul Isi pokok
4. Persyaratan umum Ketidakberpihakan wajib disertai analisis risiko, kerahasiaan, serta hak dan kesejahteraan pasien
5. Struktur dan tata kelola Badan hukum, tata kelola, uraian kegiatan, tujuan yang terukur dan berorientasi pasien, manajemen risiko

Klausul 6: sumber daya yang dibutuhkan untuk bekerja

  • Personel: siapa berwenang melakukan apa, dan bagaimana kompetensinya ditetapkan.
  • Fasilitas dan peralatan, termasuk tinjauan berkala atas fasilitas.
  • Kalibrasi dan ketertelusuran metrologi dipisah menjadi bagian tersendiri.
  • Laboratorium rujukan dan konsultan diperlakukan sebagai penyedia eksternal yang harus dievaluasi.

Klausul 7: dari sampel masuk sampai hasil keluar

Bagian Isi pokok
7.1 sampai 7.2 Pendekatan berbasis risiko, pra-pemeriksaan: transportasi, informasi pasien, sampel yang bermasalah
7.3 Pemeriksaan: pengambilan keputusan klinis, ketidakpastian pengukuran, tinjauan nilai rujukan
7.4 Pasca-pemeriksaan: pelaporan dan perubahan laporan yang dapat ditelusuri
7.5 sampai 7.8 Pekerjaan tidak sesuai, data, keluhan, kesinambungan layanan dan rencana darurat

Klausul 8: sistem yang menjaga mutu tetap berjalan

  • Persyaratan manual mutu dan kebijakan mutu tertulis dihapus dari edisi 2022.
  • Risiko dan peluang ditangani sesuai dampaknya (8.5).
  • Tindakan korektif harus dievaluasi efektivitasnya.
  • Audit internal diprioritaskan menurut risiko terhadap pasien (8.8).
  • Tinjauan manajemen pada dasarnya tidak berubah (8.9).

Dari edisi 2012 ke edisi 2022

Aspek Edisi 2012 Edisi 2022
Tindakan pencegahan Persyaratan formal Diganti penanganan risiko dan peluang
Pemeriksaan di dekat pasien Standar terpisah (ISO 22870) Digabung ke dalam ISO 15189
Kesinambungan layanan Tidak ada klausul khusus Klausul baru 7.8

Latihan: pernyataan ini masuk klausul berapa?

  1. “Hasil yang sudah dilaporkan diubah, tetapi tidak ada catatan siapa yang mengubah dan kapan.”
  2. “Analis baru langsung memegang alat tanpa penilaian kompetensi.”
  3. “Kontrak dengan laboratorium rujukan tidak pernah ditinjau.”
  4. “Tidak ada rencana jika alat utama rusak seminggu.”
  5. “Audit internal selalu memeriksa bagian yang sama.”

Di Indonesia, standar ini dijalankan bersama peraturan nasional

  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 mengatur cara penyelenggaraan laboratorium klinik yang baik.
  • Peraturan ini mendefinisikan pemantapan mutu sebagai kegiatan untuk meningkatkan dan memantapkan mutu hasil pemeriksaan.
  • Persyaratan minimalnya mencakup antara lain metode pemeriksaan, mutu, serta pencatatan dan pelaporan.

Standar memberi arah mutu. Peraturan memberi batas minimal yang harus dipenuhi.

Penilaian pertemuan ini

  • Teknik penilaian: partisipasi dalam diskusi.
  • Yang dinilai: pemahaman prinsip QMS, pengetahuan standar ISO 15189, kemampuan mengidentifikasi elemen QMS, dan partisipasi.

RPS TLM OBE-139b, Sub-CPMK-01

Benang merah

  • Pertemuan ini memberi peta. Pertemuan berikutnya mengisi rinciannya.
  • Pertemuan 2: bagaimana memantau mutu pada tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik.
  • Pertemuan 3: evaluasi mutu dan audit internal, yaitu klausul 8.

Ringkasan

  • QMS adalah cara mengatur pekerjaan agar hasil konsisten dan bisa dibuktikan.
  • ISO 15189:2022 menggantikan edisi 2012 dan ISO 22870, dengan fokus pada keselamatan pasien dan risiko.
  • Klausul 4 sampai 8 berturut-turut: persyaratan umum, struktur dan tata kelola, sumber daya, proses, dan sistem manajemen.
  • Edisi 2022 tidak lagi memuat tindakan pencegahan formal dan menambah kesinambungan layanan.

Rujukan

  • Linko S, Boursier G, Bernabeu-Andreu FA, dkk. EN ISO 15189 revision: EFLM Committee Accreditation and ISO/CEN standards (C: A/ISO) analysis and general remarks on the changes. Clin Chem Lab Med. 2025. doi:10.1515/cclm-2024-1451
  • Cadamuro J, Gaksch M, Mrazek C, Haschke-Becher E, Plebani M. How do we use the data from pre-analytical quality indicators and how should we? J Lab Precis Med. 2018;3(4). doi:10.21037/jlpm.2018.04.04
  • International Organization for Standardization. ISO 15189:2022 Medical laboratories: requirements for quality and competence. Geneva: ISO.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik.

Terima kasih

Istilah: Waktu tunggu hasil

Lama waktu dari sampel diterima laboratorium sampai hasil dilaporkan. Dalam bahasa Inggris disebut turnaround time (TAT).

Contoh: Sampel cito diterima pukul 08.00 dan hasil dikirim pukul 08.50: waktu tunggu 50 menit.

Istilah: Indikator mutu

Ukuran yang dihitung secara berkala dari data rutin untuk memantau mutu layanan laboratorium.

Contoh: Persentase sampel ditolak per bulan, atau waktu tunggu hasil pemeriksaan cito.

Istilah: Ketidakberpihakan

Laboratorium bekerja objektif, tanpa tekanan keuangan, komersial, atau pribadi yang dapat memengaruhi hasil.

Contoh: Petugas tidak boleh mengubah hasil karena diminta pasien atau karena hubungan dengan pemasok.

Istilah: Ketertelusuran metrologi

Hubungan yang terdokumentasi dari hasil pasien ke kalibrator, lalu ke bahan acuan yang lebih tinggi, sehingga hasil di laboratorium berbeda dapat dibandingkan.

Contoh: Hasil HbA1c di laboratorium A dan B sebanding karena keduanya tertelusur ke acuan IFCC.

Istilah: Tinjauan manajemen

Rapat berkala pimpinan untuk menilai kinerja sistem mutu, misalnya hasil audit, indikator mutu, keluhan, dan uji profisiensi, lalu memutuskan perbaikan.

Contoh: Setiap enam bulan kepala laboratorium meninjau rekap indikator mutu dan menetapkan target baru.