Biologi Molekuler Infeksi

Bramadi Arya, S.Si., M.Biotech
Biologi Molekuler II · Pertemuan 12

Program Studi S1 Ilmu Biomedis
Universitas Syedza Saintika

Sasaran pertemuan

Pertemuan 12 · Mekanisme molekuler patogen, interaksi inang-patogen, dan deteksi molekuler

Sub-CPMK 12: menganalisis mekanisme molekuler infeksi virus dan bakteri serta biomarker diagnostiknya.

Infeksi pada tingkat molekuler

  • Patogen berinteraksi dengan sel inang lewat molekul spesifik
  • Memahami mekanisme ini membuka jalan diagnosis dan terapi
  • Fokus: virus dan bakteri, serta cara mendeteksinya

Siklus hidup virus

Tahap umum infeksi virus:

  1. Perlekatan pada reseptor sel inang
  2. Masuk dan pelepasan materi genetik
  3. Replikasi dengan membajak mesin sel
  4. Perakitan partikel virus baru
  5. Pelepasan untuk menginfeksi sel lain
  • Spesifisitas reseptor menentukan sel dan jaringan yang rentan
  • Virus RNA cenderung bermutasi cepat, menyulitkan diagnosis dan vaksin

Strategi molekuler bakteri

  • Faktor virulensi: toksin, enzim, dan protein perlekatan
  • Sistem sekresi untuk menyuntikkan protein ke sel inang
  • Pembentukan biofilm yang meningkatkan ketahanan
  • Resistansi antibiotik yang sering dibawa plasmid (kaitkan dengan Pertemuan 6)

Interaksi inang-patogen

  • Sel inang mengenali patogen lewat reseptor imun bawaan
  • Respons: peradangan, sinyal antivirus (interferon), aktivasi sel imun
  • Patogen mengembangkan mekanisme untuk menghindari respons ini
  • Keseimbangan interaksi ini menentukan hasil infeksi

Deteksi molekuler patogen

Metode Yang dideteksi Catatan
PCR / qPCR Asam nukleat patogen Sensitif, cepat, kuantitatif
ELISA Antigen atau antibodi Umum untuk skrining serologis
Sequencing / NGS Urutan genom patogen Identifikasi galur dan resistansi

Metode molekuler umumnya lebih cepat dan sensitif dibanding kultur konvensional.

Biomarker dan surveilans

  • Viral load dengan qPCR untuk memantau perjalanan penyakit dan respons terapi
  • Genotyping patogen untuk melacak galur dan mutasi
  • Surveilans molekuler membantu deteksi dini wabah dan resistansi

Data molekuler tidak hanya untuk satu pasien, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat.

Kaitan dengan diagnostik laboratorium

  • Teknik pada Pertemuan 9 dan 10 langsung dipakai di sini
  • Pemilihan metode bergantung target: asam nukleat, antigen, atau antibodi
  • Kontrol dan interpretasi tetap menjadi kunci validitas hasil

Ringkasan

  • Virus menginfeksi lewat perlekatan, replikasi, dan pelepasan; bakteri memakai faktor virulensi
  • Interaksi inang-patogen menentukan hasil infeksi
  • Deteksi molekuler memakai PCR, ELISA, dan sequencing
  • Biomarker molekuler mendukung diagnosis, pemantauan, dan surveilans

Bacaan: Parker et al. (2019) Microbiology (OpenStax); Alberts et al. (2022) Bab 23.

Terima kasih